Senin, 10 Oktober 2011

Pentingnya Asuransi

Asuransi Syariah

Asuransi Kesehatan

Asuransi belum menjadi sebuah praktek umum di Indonesia. Masyarakat luas masih menganggap asuransi justru kerap (bakal) merugikan mereka. Namun menurut Aidil Akbar, seorang perencana dan penasehat keuangan, asuransi sebenarnya penting.

"Asuransi adalah perlindungan terhadap resiko seseorang atau individu," kata Aidil dalam Obrolan Langsat #BeraniBicara bersama Maverick dan Asuransi Cigna pada 12 April 2011 lalu.

Perlindungan proteksi menjadi kata kunci dan itu sebabnya asuransi tidak bisa dijadikan alat investasi. Hal itu terdapat dalam prinsip asuransi yang tak boleh dilanggar.

"Yang pertama, asuransi ditujukan untuk mengganti kerugian dan bukan keuntungan. Yang kedua, kepentingan asuransinya sendiri. Ini tak boleh dilanggar, baik oleh penyedia produk asuransi maupun konsumennya," tegas Aidil.

Dalam kesempatan ini, Aidil lebih dulu mencari tahu bagaimana pengalaman sobat #obsat terhadap asuransi. Dari empat orang yang bicara, termasuk moderator Chichi Utami, terlihat pengalaman negatif terhadap asuransi.

Hal itu terjadi, menurut Aidil, karena tak cukup knowledge (pemahaman) terhadap asuransi. "Asuransi penting. Tetapi kenali dulu rambunya seperti jenis asuransi, biaya premi dan uang pertanggungan, anggaran Anda serta kebutuhan asuransi Anda," terangnya.

Aidil kemudian menjelaskan 2 jenis asuransi yang ada di Indonesia. Pertama adalah asuransi jiwa dan kedua adalah asuransi non jiwa yang mencakup kecelakaan, kendaraan, gedung dan sebagainya.

Kini di Indonesia sedang marak sebuah jenis asuransi baru, yakni Cash Plan. Ini sebuah produk asuransi yang cocok untuk mereka yang berpenghasilan harian. Artinya Cash Plan akan melindungi resiko seseorang dari kehilangan penghasilan hariannya.

Asuransi kesehatan adalah salah satu yang harus diperhatikan karena menjadi penting saat seseorang terpaksa dirawat di rumah sakit. "Ada seorang ibu klien saya yang harus dirawat di ICU selama 3 bulan. Biayanya sekitar Rp 600 juta dan dia tidak ikut asuransi. Kita baru menyadari pentingnya asuransi bila mengalami hal seperti ini," katanya.

Lalu bagaimana cara mengetahui asuransi kesehatan yang klaimnya mudah dan cepat? Aidil memberi tips agar menanyakan rekomendasi dan biaya pergantian ke rumah sakit. "Biasanya rumah sakit punya daftar rujukan asuransi yang menjadi mitra mereka," jelasnya.

Asuransi kesehatan menjadi penting ketika seseorang masih melajang dan sebaiknya jujur mengenai kondisi fisiknya. "Kalau Anda masih lajang, tak perlu ikut asuransi jiwa. Kecuali Anda memiliki tanggungan di dalam keluarga. Sebab konsep asuransi jiwa adalah mengganti penghasilan seseorang saat yang bersangkutan nantinya tutup usia," imbuh Aidil.

Dalam sesi tanya jawab, tercatat ada lebih dari 7 orang yang mengajukan pertanyaan. Beberapa pertanyaan penting di antaranya apa perbedaan asuransi konvensional dengan yang syariah.

"Konsep asuransi konvensional adalah memindahkan resiko dari seseorang ke perusahaan asuransi. Tetapi dalam asuransi syariah, resiko itu dibagi ke dua pihak," jawab Aidil.

Aidil juga menjelaskan bahwa tak ada hitungan persentase biaya asuransi yang ideal dari penghasilan seseorang. "Tidak ada standar persentase biaya karena semua tergantung kebutuhannya. Yang pasti, jangan membeli produk asuransi yang punya premi murah karena faktor resiko menjadi besar dan biasanya klaim sulit diperoleh."

Pertanyaan sobat #obsat yang juga menarik adalah soal asuransi Unit Link. Aidil menyarankan sebaiknya tidak membeli produk unit link karena produk ini tak cocok untuk Indonesia. Unit Link yang benar ada di Amerika Serikat yang cocok untuk produk investasi kena pajak.

"Biasanya asuransi Unit Link punya uang pertanggungan yang kecil dan profit investasinya tidak optimal. Tetapi jika Anda sudah terlanjur ikut Unit Link, apalagi sudah lebih dari 2 tahun, jangan dihentikan karena resiko diri Anda juga sudah berubah dibanding tahun awal," terangnya.

Berikutnya Aidil menjelaskan bahwa asuransi Unit Link sering menempel pada asuransi pendidikan. "Jenis asuransi seperti ini sebaiknya tidak dibeli. Sebab bila Anda punya pun uang tak bisa diambil sewaktu-sewaktu. Dan ketika uang Anda cair, ternyata jumlahnya jauh di bawah kebutuhan," tambahnya.

Pada akhirnya, menurut Aidil, produk asuransi memang harus dilihat komponennya satu per satu dan dikenali agar sesuai dengan kebutuhan seseorang. "Ini penting selama sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran Anda," pungkasnya.
http://www.obrolanlangsat.com

Asuransi Syariah,Asuransi Kesehatan Syariah, Asuransi Keluarga, Asuransi Kesehatan,Asuransi Prudential,Asuransi Anak

0 komentar:

Posting Komentar