Rabu, 12 Oktober 2011

Asuransi Pendidikan

Asuransi Syariah

Asuransi Kesehatan

Memiliki anak adalah hal terpenting dalam hidup anda, sehingga anda harus sudah merencanakan masa depan anak anda bahkan semenjak dia belum lahir ke dunia.

asuransi
pendidikanSalah satu hal yang harus anda persiapkan untuk masa depan anak anda adalah pendidikannya; dan asuransi pendidikan (dimana anda membutuhkan beberapa tips memilih asuransi pendidikan) adalah salah satu hal yang bisa membantu anda berurusan dengan biaya pendidikan anak anda. Biaya pendidikan memang semakin meningkat naik dari hari ke hari. Anda tentu masih ingat berapa biaya sekolah anda pada waktu anda masih sekolah dasar, SMP, SMA, atau saat kuliah; bandingkan biaya anda sekolah saat itu dengan biaya masuk sekolah dasar saat ini. Mungkin, jumlah biaya pendidikan anda seumur hidup jauh lebih murah dibandingkan biaya masuk SD, SMP, atau SMA anak anda saat itu.

Maka dari itu, asuransi pendidikan adalah satu-satunya asuransi yang bisa menyelamatkan finansial anda dari biaya pendidikan yang makin hari makin meningkat. Karena di luar sana ada banyak jenis asuransi pendidikan dan perusahaan asuransi yang menawarkan asuransi, anda mungkin membutuhkan beberapa tips memilih asuransi pendidikan. Dengan tips memilih asuransi pendidikan, anda tidak akan salah dalam memilih jenis asuransi pendidikan dan perusahaan asuransi. Dengan beberapa 1(yang akan dijabarkan oleh artikel ini), anda akan tahu benar jenis asuransi pendidikan yang cocok untuk anda, juga perusahaan asuransi yang tepat dan terpercaya. Faktanya, anda membutuhkan beberapa tips memilih asuransi pendidikan dan memilih perusahaan asuransi, karena mungkin ada ratusan perusahaan asuransi di luar sana, dan tidak semua menawarkan pelayanan yang baik dan harga yang terjangkau.

Berikut ini adalah beberapa tips memilih asuransi pendidikan yang harus anda aplikasikan, agar anda membuat keputusan yang benar tentang asuransi pendidikan yang cocok untuk anak anda; anda juga akan bisa memilih perusahaan asuransi yang benar dari tips memilih asuransi pendidikan berikut ini. Tips memilih asuransi pendidikan pertama adalah anda harus menentukan jangka pendidikan anak anda, yang merupakan hal pokok dalam memilih jenis asuransi pendidikan. Ada berbagai macam jenis asuransi pendidikan yang bisa anda pilih, dan jenis asuransi pendidikan tersebut digolongkan menurut jangka waktu pendidikan yang direncanakan akan ditempuh. Apabila anda sudah menentukan jangka waktu pendidikan anak anda, tips memilih asuransi pendidikan berikutnya adalah anda harus menemukan perusahaan asuransi yang baik dan dapat dipercaya.

Hampir semua tips memilih asuransi pendidikan akan menyebutkan bahwa perusahaan penyedia asuransi pendidikan sangat menentukan kualitas dan pelayanan asuransi pendidikan yang akan anda dan anak anda peroleh. Satu tips memilih asuransi pendidikan dan perusahaan asuransi adalah anda harus mencari referensi tentang perusahaan asuransi terpercaya, yang akan anda temukan di majalah pendidikan, artikel asuransi pendidikan, dan sumber lainnya. Akhirnya, tips memilih asuransi pendidikan yang harus anda aplikasikan adalah menyisihkan beberapa pengeluaran bulanan untuk membayar biaya asuransi pendidikan anak anda. Sebenarnya, anda bisa mendapatkan banyak tips memilih asuransi pendidikan lain di dunia maya, karena disana banyak perusahaan asuransi online yang menyediakan review, sehingga anda tahu benar asuransi pendidikan yang cocok untuk masa depan anak anda.

Asuransi Syariah,Asuransi Kesehatan Syariah, Asuransi Keluarga, Asuransi Kesehatan,Asuransi Prudential,Asuransi Anak

http://www.dunia-ibu.org/artikel/rumah-tangga/tips-memilih-asuransi-pendidikan.html

Tentang Asuransi Kesehatan

Asuransi Syariah

Asuransi Kesehatan

Asuransi Kesehatan Syariah

Asuransi Prudential

Ada beberapa realita yang mendorong Indonesia menjadi sangat menarik bagi para investor di sektor jasa asuransi kesehatan (health insurance), termasuk bagi para investor asing.

Pertama, perhitungan untuk pasar sektor jasa asuransi kesehatan di negeri ini cukup besar. Di suatu sisi, pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi telah meningkatkan kemampuan masyarakat untuk membayar premi jasa asuransi kesehatan. Sementara itu di sisi lain, akibat berbagai kebijaksanaan seperti izin penanaman modal di sektor kesehatan serta kebijaksanaan swadana RS pemerintah, jasa pelayanan kesehatan juga menjadi makin mahal. Sebagai komoditi jasa lainnya, perhitungan ekonominya pun makin menonjol mengikuti mekanisme pasar. Dengan demikian masyarakat tanpa mengikuti program asuransi kesehatan akan semakin terbatas kemampuannya untuk dapat membayar biaya sakit.

Kedua, hadirnya undang-undang yang melandasi usaha asuransi kesehatan, khususnya UU No. 2/1992 tentang Usaha Perasuransian dan UU no. 23/1992 tentang Kesehatan, serta UU no. 3/1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Melalui UU no. 2/1992, asuransi kesehatan dimungkinkan sebagai bagian dari asuransi jiwa atau asuransi kerugian.

Karena potensi pasar di sektor jasa asuransi kesehatan meningkat, dengan sendirinya banyak perusahaan asuransi jiwa dan kerugian, termasuk PMA, berminat melengkapi usahanya dengan menjual paket asuransi kesehatan. Dapat dibayangkan, berapa banyak program asuransi kesehatan yang bakal ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan itu. Sementara itu, dengan UU no. 23/1992, dibuka kemungkinan bagi badan-badan usaha untuk memberikan jasa jaminan pemeliharaan kesehatan melalui program JPKM (Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat). Kemudian melalui UU no. 3/1992 terbuka program jaminan pemeliharaan kesehatan, sebagai bagian dari program jamsostek bagi tenaga kerja, yang penyelenggaraannya dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ketiga UU itu memiliki pembina teknis yang berbeda, masing-masing adalah Departemen Keuangan, Departemen Kesehatan dan Departemen Tenaga Kerja.

Ketiga, cakupan program asuransi kesehatan yang dinilai masih sangat rendah dibanding kemampuan ekonomi dan besarnya penduduk. Dewasa ini, berdasar laporan Bank Dunia (1993), program asuransi kesehatan baru mencakup sekitar 13 persen penduduk Indonesia. Sekadar perbandingan, dengan pendapatan yang hampir sama (1993), cakupan di Philipina sudah mencapai sekitar 38 persen penduduk. Dengan masih rendahnya cakupan program asuransi kesehatan, serta besarnya potensi ekonomi Indonesia, pertumbuhan program asuransi kesehatan diperkirakan mempunyai peluang yang baik. Dengan paparan realita di atas, di masa depan diperkirakan persaingan disektor usaha asuransi kesehatan akan semakin sengit.

Asuransi Kesehatan adalah asuransi yang memberikan penggantian Biaya Kesehatan. Jangan salah, yang termasuk Biaya Kesehatan sebetulnya ada tiga:
1. Pemeliharaan Kesehatan, seperti check up kesehatan, pembelian makanan kesehatan maupun vitamin.
2. Perawatan, yaitu apabila Anda mengalami sakit, sehingga harus mengeluarkan uang untuk dokter atau rawat inap di RS, serta operasi (Rawat inap, Rawat Jalan, Operasi).
3. Pengobatan, yaitu apabila Anda mengalami sakit dan harus membeli obat.

Nah, Asuransi Kesehatan tidak mengganti Biaya Pemeliharaan Kesehatan. Dia hanya mengganti Biaya Perawatan dan Biaya Pengobatan.

Banyak Asuransi Kesehatan yang dijual dengan cara ditempelkan ke produk Asuransi Jiwa. Tetapi banyak juga yang dijual secara terpisah, dengan cara pembayaran bulanan atau tahunan. Bila tidak terjadi risiko apa-apa, kontrak selesai. Tidak ada pengembalian premi.

Daftar Putaka
Mengantisipasi Risiko
Manajemen kesehatan Oleh Sulastomo

Asuransi Syariah,Asuransi Kesehatan Syariah, Asuransi Keluarga, Asuransi Kesehatan,Asuransi Prudential

http://fkunhas.com

Selasa, 11 Oktober 2011

Adakah Asuransi Ideal

Asuransi Syariah

Asuransi Kesehatan

Asuransi Kesehatan Syariah

Asuransi Prudential

Semua orang tanpa terkecuali seharusnya memiliki asuransi kesehatan yang akan menjamin biaya kesehatan atau perawatan ketika seseorang jatuh sakit atau mengalami kecelakaan. Apalagi, meski kita telah menjaga kesehatan dengan baik, penyakit bisa datang tanpa diduga. Di lain pihak, biaya kesehatan terus meningkat.

Hampir 70 persen penduduk Indonesia membiayai sendiri biaya dokter atau rumah sakit. Ada berbagai alasan yang membuat masyarakat masih enggan mengambil jasa asuransi, antara lain karena takut tertipu agen asuransi, repot mengajukan klaim pengobatan, serta banyak yang sayang keluar dana untuk membayar asuransi.

Menurut Tri Djoko Santoso, seorang perencana keuangan, asuransi kesehatan termasuk dalam salah satu upaya melindungi diri dan juga kekayaan. "Banyak sekali penyakit-penyakit yang bisa membuat seseorang miskin karena menghabiskan harta benda," kata Ketua Institute Financial Planning Indonesia ini.

Asuransi kesehatan yang dimiliki sebaiknya adalah asuransi kesehatan murni, bukan yang dicampur dengan investasi. Hal ini bertujuan agar manfaat yang diperoleh lebih tinggi. Misalnya penggantian biaya rawat inap atau tindakan operasi yang lebih besar.

Tri Djoko menambahkan, seorang karyawan yang sudah mendapat jaminan kesehatan dari kantornya pun sebaiknya tetap memproteksi diri dengan asuransi kesehatan. "Asuransi pun ada limitnya. Biasanya kalau salah satu karyawan mengeluarkan biaya terlalu tinggi karena penyakit kritis, tahun berikutnya perusahaan asuransi tidak mau orang itu dimasukkan lagi dalam program," katanya.

Memilih produk asuransi yang tepat memang bukan perkara sepele. Dibutuhkan jelian dan ketelitian nasabah karena dana pembelian bukan milik orang lain, tetapi milik Anda. Kerugian atau risiko atas kesalahan pembelian asuransi tetap ditanggung pembeli, bukan pihak lain.

Untuk mencegah kerugian akibat asuransi, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan calon nasabah, yakni:

- Harus dipahami bahwa premi asuransi merupakan sebuah biaya, bukan investasi. Dengan kata lain, uang kita akan hilang kalau selama masa berlakunya polis kita sehat-sehat saja.

- Tanyakan secara rinci kepada agen asuransi setiap butir yang tertulis dalam polis. Misalnya saja kondisi pengecualian penyakit yang tidak dijamin, apakah cakupan asuransi meliputi layanan rawat jalan atau hanya rawat inap?

- Karena mengeluarkan biaya, calon pembeli asuransi sebaiknya bertanya kepada teman atau orang yang dirasa lebih paham tentang asuransi. Tak jarang penjelasan tentang penyakit ditulis dalam bahasa Inggris sehingga bisa menimbulkan arti yang salah.

- Tanyakan juga tentang prosedur klaim. Makin cepat dan mudah proses klaim, makin baik kuliatas birokrasi perusahaan asuransi yang bersangkutan. Itu sebabnya, perhatikan pula track record perusahaan asuransi yang akan dipilih.

- Sampaikan dengan jujur bila Anda sudah mengidap penyakit tertentu sebelum diberlakukannya polis.

SUMBER: Kompas.com

Asuransi Syariah,Asuransi Kesehatan Syariah, Asuransi Keluarga, Asuransi Kesehatan,Asuransi Prudential
asuransi kesehatan karyawan

Senin, 10 Oktober 2011

Pentingnya Asuransi

Asuransi Syariah

Asuransi Kesehatan

Asuransi belum menjadi sebuah praktek umum di Indonesia. Masyarakat luas masih menganggap asuransi justru kerap (bakal) merugikan mereka. Namun menurut Aidil Akbar, seorang perencana dan penasehat keuangan, asuransi sebenarnya penting.

"Asuransi adalah perlindungan terhadap resiko seseorang atau individu," kata Aidil dalam Obrolan Langsat #BeraniBicara bersama Maverick dan Asuransi Cigna pada 12 April 2011 lalu.

Perlindungan proteksi menjadi kata kunci dan itu sebabnya asuransi tidak bisa dijadikan alat investasi. Hal itu terdapat dalam prinsip asuransi yang tak boleh dilanggar.

"Yang pertama, asuransi ditujukan untuk mengganti kerugian dan bukan keuntungan. Yang kedua, kepentingan asuransinya sendiri. Ini tak boleh dilanggar, baik oleh penyedia produk asuransi maupun konsumennya," tegas Aidil.

Dalam kesempatan ini, Aidil lebih dulu mencari tahu bagaimana pengalaman sobat #obsat terhadap asuransi. Dari empat orang yang bicara, termasuk moderator Chichi Utami, terlihat pengalaman negatif terhadap asuransi.

Hal itu terjadi, menurut Aidil, karena tak cukup knowledge (pemahaman) terhadap asuransi. "Asuransi penting. Tetapi kenali dulu rambunya seperti jenis asuransi, biaya premi dan uang pertanggungan, anggaran Anda serta kebutuhan asuransi Anda," terangnya.

Aidil kemudian menjelaskan 2 jenis asuransi yang ada di Indonesia. Pertama adalah asuransi jiwa dan kedua adalah asuransi non jiwa yang mencakup kecelakaan, kendaraan, gedung dan sebagainya.

Kini di Indonesia sedang marak sebuah jenis asuransi baru, yakni Cash Plan. Ini sebuah produk asuransi yang cocok untuk mereka yang berpenghasilan harian. Artinya Cash Plan akan melindungi resiko seseorang dari kehilangan penghasilan hariannya.

Asuransi kesehatan adalah salah satu yang harus diperhatikan karena menjadi penting saat seseorang terpaksa dirawat di rumah sakit. "Ada seorang ibu klien saya yang harus dirawat di ICU selama 3 bulan. Biayanya sekitar Rp 600 juta dan dia tidak ikut asuransi. Kita baru menyadari pentingnya asuransi bila mengalami hal seperti ini," katanya.

Lalu bagaimana cara mengetahui asuransi kesehatan yang klaimnya mudah dan cepat? Aidil memberi tips agar menanyakan rekomendasi dan biaya pergantian ke rumah sakit. "Biasanya rumah sakit punya daftar rujukan asuransi yang menjadi mitra mereka," jelasnya.

Asuransi kesehatan menjadi penting ketika seseorang masih melajang dan sebaiknya jujur mengenai kondisi fisiknya. "Kalau Anda masih lajang, tak perlu ikut asuransi jiwa. Kecuali Anda memiliki tanggungan di dalam keluarga. Sebab konsep asuransi jiwa adalah mengganti penghasilan seseorang saat yang bersangkutan nantinya tutup usia," imbuh Aidil.

Dalam sesi tanya jawab, tercatat ada lebih dari 7 orang yang mengajukan pertanyaan. Beberapa pertanyaan penting di antaranya apa perbedaan asuransi konvensional dengan yang syariah.

"Konsep asuransi konvensional adalah memindahkan resiko dari seseorang ke perusahaan asuransi. Tetapi dalam asuransi syariah, resiko itu dibagi ke dua pihak," jawab Aidil.

Aidil juga menjelaskan bahwa tak ada hitungan persentase biaya asuransi yang ideal dari penghasilan seseorang. "Tidak ada standar persentase biaya karena semua tergantung kebutuhannya. Yang pasti, jangan membeli produk asuransi yang punya premi murah karena faktor resiko menjadi besar dan biasanya klaim sulit diperoleh."

Pertanyaan sobat #obsat yang juga menarik adalah soal asuransi Unit Link. Aidil menyarankan sebaiknya tidak membeli produk unit link karena produk ini tak cocok untuk Indonesia. Unit Link yang benar ada di Amerika Serikat yang cocok untuk produk investasi kena pajak.

"Biasanya asuransi Unit Link punya uang pertanggungan yang kecil dan profit investasinya tidak optimal. Tetapi jika Anda sudah terlanjur ikut Unit Link, apalagi sudah lebih dari 2 tahun, jangan dihentikan karena resiko diri Anda juga sudah berubah dibanding tahun awal," terangnya.

Berikutnya Aidil menjelaskan bahwa asuransi Unit Link sering menempel pada asuransi pendidikan. "Jenis asuransi seperti ini sebaiknya tidak dibeli. Sebab bila Anda punya pun uang tak bisa diambil sewaktu-sewaktu. Dan ketika uang Anda cair, ternyata jumlahnya jauh di bawah kebutuhan," tambahnya.

Pada akhirnya, menurut Aidil, produk asuransi memang harus dilihat komponennya satu per satu dan dikenali agar sesuai dengan kebutuhan seseorang. "Ini penting selama sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran Anda," pungkasnya.
http://www.obrolanlangsat.com

Asuransi Syariah,Asuransi Kesehatan Syariah, Asuransi Keluarga, Asuransi Kesehatan,Asuransi Prudential,Asuransi Anak

Kesalahan Dalam Perencanaan Keuangan

Asuransi Syariah

Asuransi Kesehatan

Banyak orang tua baru yang melakukan kesalahan-kesalahan dalam perencanaan keuangan keluarga. Baca tulisan di bawah untuk menghindarkan keluarga Anda dari permasalahan finansial.

Saat Anda baru saja memiliki momongan dan hari-hari Anda dipenuhi dengan kesibukan mengisi botol susu, mengganti diaper, dan malam-malam panjang melelahkan tanpa tidur karena si kecil kerap terbangun, adalah mudah untuk mengesampingkan berbagai hal yang sebenarnya krusial dalam hidup. Apalagi jika hal yang dimaksud sangat membosankan seperti: merencanakan keuangan keluarga. Karena itu para orang tua baru sering kali melakukan kesalahan dalam mengelola keuangan mereka, justru pada masa paling penting dalam rumah tangga (karena kehadiran anggota keluarga baru). Kabar baiknya: Sebenarnya, cukup dengan sedikit perhatian dan perencanaan yang tepat, Anda bisa menghindarkan diri dari berbagai kesalahan finansial.

Kesalahan # 1

Tidak Memiliki Asuransi Jiwa yang Tepat

Asuransi Kesehatan Syariah


Mungkin Anda sudah menyadari pentingnya memiliki asuransi jiwa sebagai jaring pengaman bagi anak seandainya terjadi hal yang tidak diinginkan. (Jika Anda belum menyadarinya, kini Anda tahu: Segera daftarkan asuransi jiwa Anda!) Tapi kadangkala, bahkan orang tua yang sudah mendaftarkan diri mengikuti asuransi jiwa tidak mendapatkan perlindungan yang maksimal. “Banyak orang yang tidak mendapatkan klaim yang pantas,” ujar Tim Wyman, financial planner di Southfield, Michigan. “Mereka tidak menyadari berapa nilai klaim yang pantas agar keluarga dapat tetap bertahan hidup dengan normal jika kepala keluarga sebagai sumber pendapatan meninggal dunia.”

Nilai yang pantas adalah mendapatkan tujuh hingga sepuluh kali lipat dari pendapatan kotor per tahun saat anak-anak masih berusia muda. (Jika seandainya Anda memiliki penghasilan Rp. 60 juta per tahun, Anda seharusnya diasuransikan sebesar Rp. 420 juta hingga Rp. 600 juta.) Bahkan para orang tua yang bekerja dari rumah juga sebaiknya memiliki asuransi jiwa: Keluarga Anda juga pasti tetap membutuhkan biaya untuk perawatan anak dan berbagai keperluan lain seperti biaya pendidikan jika terjadi sesuatu pada Anda. Kebutuhan setiap keluarga berbeda-beda, jadi berkonsultasilah dulu dengan konsultan keuangan. Jika Anda gemar surfing di internet, coba kunjungi situs insweb.com/learning center. Di situs ini, Anda bisa mengkalkulasikan nilai asuransi jiwa yang sepantasnya Anda dapatkan.

Kebanyakan konsultan keuangan akan menyarankan Anda untuk memilih “asuransi jiwa berjangka”, polis ini memiliki premi yang harus Anda bayarkan dalam jangka waktu tertentu (misalnya 20 tahun). Anda tidak disarankan untuk memilih “asuransi jiwa seumur hidup” atau “asuransi permanen” dimana keluarga Anda hanya akan dilindungi oleh asuransi selama Anda terus membayar preminya. Biasanya, polis permanen-lah yang dianggap sebagai investasi yang paling baik, meski kenyataannya tidak demikian. Banyak orang beranggapan bahwa membayar premi asuransi dengan nilai kecil dan stabil seumur hidup, lebih baik daripada membayar premi dengan jumlah yang lebih besar dalam jangka waktu tertentu. “Sebenarnya tidak demikian,” ujar Wyman. “Yang justru lebih penting adalah Anda sudah berhasil memiliki jumlah uang yang cukup besar saat anak-anak masih kecil dan belum lepas dari tanggung jawab Anda.”

Penting juga untuk Anda ketahui :

√ Membeli asuransi jiwa untuk anak Anda yang masih bayi. Asuransi ini memiliki premi yang sangat kecil. Tapi seandainya anak Anda bukan seorang bintang sinetron terkenal, ia tidak membutuhkannya. Tujuan utama asuransi adalah untuk menggantikan sumber pendapatan yang hilang seandainya terjadi sesuatu. Kebanyakan bayi tidak memiliki pekerjaan.



Asuransi Anda tidak memberi perlindungan terhadap risiko cacat tubuh. Jika Anda pekerja kantoran, tanyakan pada perusahaan seberapa besar dari pendapatan Anda yang dapat Anda klaim jika terjadi kecelakaan yang mengakibatkan cacat tubuh: seringkali perusahaan hanya bisa memberi kompensasi sebesar 60 sampai 70 persen dari penghasilan Anda. Jika nominal tersebut tidak mencukupi untuk biaya kebutuhan hidup sehari-hari, Anda bisa mengajukan polis asuransi cacat yang dikeluarkan oleh swasta.

Kesalahan # 2

Menunda Untuk Mulai Menabung Dana Pensiun

Dengan semua perhatian yang tercurahkan pada si kecil, sangat mudah untuk melupakan kebutuhan bagi Anda sendiri. Banyak orang tua baru yang justru berhenti menabung untuk dana pensiun mereka supaya bisa mulai membuka dana pendidikan untuk kuliah si kecil. Ini adalah kesalahan yang sangat serius. “Ada banyak program dana pendidikan dan pinjaman dari bank yang bisa Anda ambil untuk membantu membiayai kuliah anak, tapi tidak ada program peminjaman untuk orang-orang yang memasuki masa pensiun,” ujar Katrina Miller, financial planner di Golden, Colorado.

Kunci dari memiliki dana pensiun yang cukup, berhubungan erat dengan seberapa lama Anda mulai menabung. Semakin lama Anda berinvestasi, semakin besar hasil yang Anda akan terima. Karena itulah, jika Anda berhenti menabung dana pensiun, Anda berisiko membahayakan masa depan keuangan keluarga. Meskipun keuangan Anda sedang ketat, Anda harus tetap berusaha menyisihkan sebagian uang untuk dana pensiun kelak. (Idealnya, orang tua baru harus bisa menyisihkan minimal 10 persen dari pendapatan total keluarga setiap bulan.)

Selain hal tersebut, Anda pun perlu menyisihkan pendapatan bulanan untuk dana pensiun, coba mulai menyisihkan sebagian lagi untuk dana pendidikan anak, meski hanya Rp. 100.000 per bulan. Lebih cepat lebih baik: jika Anda baru mulai menyisihkan uang saat si kecil sudah berusia 5 tahun daripada saat ia baru lahir, Anda harus menyimpan 75 persen lebih banyak untuk mendapatkan jumlah nominal yang sama besarnya saat anak berusia 18 tahun. Jika Anda ingin tahu lebih banyak seputar merancang biaya pendidikan bagi anak, coba kunjungi website savingforcollege.com.

Kesalahan # 3

Tidak Berfikir Untuk Membuat Surat Wasiat

Tidak ada orang yang ingin lama-lama berfikir tentang kematian, apalagi jika Anda punya anak yang masih kecil dan masih menggantungkan hidupnya pada Anda. Tapi jika Anda tidak membuat surat wasit dan dana perwalian bagi anak, kemungkinan besar si kecil akan terlantar secara finansial dan emosional jika Anda tiba-tiba meninggal dunia.

Jika perusahaan tempat Anda bekerja memberi fasilitas kesehatan, segera lakukan reimbursement setelah Anda melakukan pengeluaran. Jika Anda menunda klaim, uang Anda bisa dianggap hangus.

Alasan nomor satu mengapa orang tua membutuhkan surat wasiat: Agar Anda, dan bukan pengadilan atau yayasan kesejahteraan anak yang akan menentukan wali bagi anak-anak Anda. “Saya sering melihat pertengkaran antara mertua, saudara kandung, sepupu bahkan kerabat dekat yang memperebutkan hak asuh anak,” ujar Robin Giles, financial planner di Laguna Niguel, California.”Adalah langkah yang lebih cerdas untuk membiarkan semua orang tahu keinginan Anda saat Anda masih hidup.”

Hal yang tidak kalah penting adalah mendirikan dana perwalian yang menjelaskan kapan anak Anda bisa mendapatkan dan mengelola sendiri warisan orang tuanya. Tanpa dana perwalian yang jelas, anak-anak akan otomatis menerima dana tersebut saat mereka berusia 18 tahun. “Ini adalah jumlah uang yang terlalu banyak dan terlalu cepat untuk dikelola oleh anak berusia 18 tahun,” ujar financial planner Chris Cooper di Toledo, Ohio.

Pilihan terbaik adalah berkonsultasi dengan pengacara untuk membuat wasiat dan dana perwalian yang tepat. Penasaran ingin mengetahui seperti apa bentuk surat wasiat? Coba program Quicken WillMaker Plus di komputer Anda.

Kesalahan # 4

Melakukan Pemborosan dalam Keuangan

Saat Anda baru saja menjadi orang tua, akan ada banyak tuntutan pemenuhan kebutuhan hidup seperti memberi makan anak-anak, pakaian dan hiburan. Sangat sulit rasanya mencari waktu untuk duduk sejenak dan mencatat besarnya pengeluaran setiap bulan. Padahal tindakan ini sangat perlu. Anda harus memastikan bahwa Anda tidak melakukan pembelanjaan yang lebih besar dari pendapatan Anda. “Anda juga harus bisa mengerem keinginan untuk membeli berbagai barang yang sebenarnya tidak perlu, seperti keranjang tidur yang mahal atau stroller dari designer ternama.” Ujar Miller. “Bayi Anda tidak akan peduli terhadap hal ini.”

Para ahli keuangan setuju bahwa akan sangat sulit untuk bisa menstabilkan keuangan saat Anda sudah terlilit banyak hutang. “Banyak para ibu baru yang memutuskan untuk berhenti bekerja, lalu menghamburkan uang mereka membeli berbagai barang mahal bagi si bayi dengan anggapan bahwa mereka akan bisa menyimpan uang saat kembali bekerja beberapa tahun kemudian,” ujar Miller. “Tapi kemudian mereka menyadari bahwa hal ini tidak akan terjadi karena biaya hidup naik setiap tahunnya.”

Adalah hal yang sangat penting bagi ibu rumah tangga untuk mengatur keuangan keluarga dengan baik. “Kebanyakan wanita merasa mereka tidak berhak untuk membuat keputusan dalam hal keuangan karena mereka bukan sumber pendapatan keluarga,” ujar Mary Claire Allvine, financial planner di Atlanta. “Sesungguhnya, baik suami maupun istri harus ikut terlibat dalam perencanaan keuangan keluarga yang bisa membantu Anda berdua mencapai keamanan finansial di kemudian hari.”
http://www.parentsindonesia.com

Asuransi Syariah,Asuransi Kesehatan Syariah, Asuransi Keluarga, Asuransi Kesehatan,Asuransi Prudential,Asuransi Anak

Minggu, 09 Oktober 2011

Pentingnya Asuransi kesehatan

Pentingnya asuransi kesehatan

Asuransi Kesehatan

Asuransi Kesehatan Syariah

Asuransi Prudential

Menurut Kimberly Lankford, penulis The Insurance Maze: How You Can Save Money on Insurance and Still Get the Coverage You Need, asuransi kesehatan adalah salah satu jaminan kesehatan yang harus kita miliki. Asuransi ini bukan saja melindungi kesehatan, tetapi juga seluruh perencanaan keuangan yang telah kita buat. Maklum, biaya kesehatan zaman sekarang sangat mahal dan bisa menyedot seluruh uang kita.
Lalu, bagaimana memilih asuransi kesehatan yang akan menutup seluruh biaya pengobatan tanpa dibebani berbagai prasyarat. Ini tipsnya.
1. Ketahui jaminan maksimum yang diberikan perusahaan asuransi. Semakin besar angka yang diberikan tentu akan semakin baik.
2. Semakin besar pemotongan yang dikenakan, juga semakin baik. Pemotongan ini digunakan untuk membayar segala tagihan kesehatan Anda.
3. Simpan semua tagihan kesehatan. Jika ada sesuatu yang terjadi, Anda punya dokumen untuk bukti.
4. Jangan lupa pelajari dan periksa setiap tahun untuk mengurangi kecurangan yang mungkin terjadi. (Erma Dwi Kusumastuti)
http://chicmagz.com/

Asuransi Syariah,Asuransi Kesehatan Syariah, Asuransi Keluarga, Asuransi Kesehatan,Asuransi Prudential