Sabtu, 17 Desember 2011

Kenapa PANIN LIFE SYARIAH menjadi Partner Perencanaan Keuangan Keluarga

5 ALASAN PANIN LIFE Syariah menjadi PARTNER BISNIS PERENCANAAN DOKTER KEUANGAN KELUARGA ANDA : (C.E.K – U.P)

1. COCOK UNTUK SEMUA KALANGAN
Hanya Dengan Rp 100.000/bln anda sudah memiliki TABUNGAN Plus Asuransi Kesehatan. Min 15 org

2. EFISIEN 5 IN 1 PROGRAM
Hanya Dengan Rp 20.000/ hari atau Rp 600.000/ bln anda dan keluarga sudah memiliki TABUNGAN Plus Asuransi Kesehatan untuk KELUARGA TERCINTA yang anda miliki. Max 5 orang

3. KREDIBEL
PANIN LIFE sebagai Asuransi Jiwa Cabang Syariah Terbaik tahun 2007 dengan aset di bawah 10 milyar & termasuk dalam 200 perusahaan terbaik seasia pasifik versi majalah FORBES

4. UP TO DATE
Produk paling trendi dalam industri Asuransi Jiwa perpaduan antara TABUNGAN + Proteksi

5. PELUANG BISNIS
Dengan menjadi NASABAH KAMI, Anda berhak untuk menjalankan Bisnis Syariah ini.


PERNAHKAH ANDA MEMBAYANGKAN BISA MEMILIKI PROGRAM TABUNGAN KELUARGA SEPERTI INI?

Hanya Dengan Rp 20.000,-/ Hari atau Rp 600.000/ Bln, Anda dan Keluarga mendapatkan :
- Manfaat Asuransi Jiwa u/ Ayah Rp 50 Juta
- Manfaat Asuransi Jiwa u/ Ibu Rp 50 Juta
- Gratis Rawat Inap u/ Ayah (Plan A) Rp 200.000/hari
- Gratis Rawat Inap u/ Ibu (Plan A) Rp 200.000/ hari
- Gratis Rawat Inap u/ Anak (Plan A) Rp 200.000/hari

BONUS NILAI TUNAI UNTUK PENDIDIKAN ANAK ANDA :
- Usia 6 (SD) Rp 29.741.000,-
- Usia 12 (SMP) Rp 131.030.000,-
- Usia 15 (SMU) Rp 238.986.000,-
- Usia 18 (KULIAH) Rp 422.629.000,-

(Usia Peserta 28 tahun dengan Asumsi Tingkat Investasi 18% per Tahun Ilustrasi ini bukan bagian dari kontrak)

Apa yang terbaik buat anda

Asuransi Kesehatan

Saya Tahu Apa Yang Terbaik Untuk Anda

Bapak/Ibu, Jika saya dapat memperlihatkan sesuatu yang baik bagi diri anda dan keluarga anda, apakah anda akan tertarik?
Bapal/IBu, alasan utama bagi anda untuk keluar rumah adalah untuk bekerja karena anda ingin memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar bagi diri anda sendiri dan keluarga anda. Ini adalah hal yang memang biasa dilakukan oleh para pencari nafkah. Anda ingin mencukupi keluarga seperti tempat tinggal, makanan, pakaian, perawatan kesehatan, dan juga pendidikan yang baik bagi anak- anak anda.

Asuransi Kesehatan Syariah

Di rumah, anak-anak anda akan menunggu anda kembali dari bekerja. Tetapi apa yang akan terjadi pada mereka apabila suatu hari ternyata terjadi sesuatu pada diri anda yang me
asuransi syariah

nyebabkan anda tidak pernah bisa pulang kembali ke rumah? Tanpa adanya sumber penghasilan lain, dapatkah anda membayangkan apakah yang akan terjadi pada mereka?
Saya mempunyai sebuah program asuransi dari PANIN LIFE SYARIAH yakni perencanaan yang akan mencukupi kebutuhan keluarga anda setelah anda tidak ada lagi di dunia ini, apakah anda tertarik?

Jumat, 16 Desember 2011

Smart Crisis Cover Syariah Dari Panin Life Ku

Asuransi Kesehatan Syariah

Produk Smart Crisis Cover Syariah dari Panin Life merupakan produk asuransi kesehatan yang merupakan asuransi penyakit kritis pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memberikan pembayaran manfaat di stadium awal dan berjenjang. Perawatan dini adalah hal yang sangat penting dilakukan sebelum penyakit menjadi kritis. Oleh karena itu dengan dukungan finansial di awal, bisa membuat nasabah melakukan perawatan awal yang dibutuhkan dengan intensif sesuai dengan jenjang penyakitnya. Nasabah memiliki kesempatan lebih besar untuk sembuh.

asuransi kesehatan syariah

Asuransi Kesehatan

“Semakin awal perlindungan dilakukan, maka akan semakin memberi rasa aman. Smart Crisis Cover, lahir dari permasalahan belum adanya jaminan asuransi kesehatan yang mengeluarkan dana untuk mengcover di stadium awal penyakit, yang menyebabkan banyak akhirnya pemegang asuransi yang terkena penyakit tersebut terlambat melakukan pengobatan. Dengan produk ini, ada sebanyak 36 jenis penyakit, seperti kanker, serangan jantung, stroke, kebutaan, dan lain-lain.”

“Ketika diketahui ada penyakit yang diderita, maka dana awal yang dikeluarkan yaitu sebesar 25% dari uang pertanggungan Smart Crisis Cover. Lalu saat pengobatan berjalan, dan dibutuhkan pendanaan kembali maka klasifikasi kedua dikeluarkan sebanyak 50% dari uang pertanggungan, terakhir untuk klasifikasi ketiga dikeluarkan senilai 100%.”

Produk ini dapat dipilih dan ditambahkan pada polis asuransi kesehatan syariah Panin Life untuk mulai usia 6 tahun hingga 60 tahun, dengan pilihan perlindungan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap nasabah yaitu sampai dengan usia 65 tahun, 70 tahun atau 75 tahun.

Kamis, 15 Desember 2011

Asuransi Pendidikan Dan Masa Depan Pendidikan Anak

Asuransi Pendidikan Syariah

asuransi pendidikan
Sudah umum terjadi di masyarakat kita bahwa banyak sekali orang tua yang tidak siap dari segi dana apabila tiba waktunya anak mereka masuk sekolah.
Mereka yang memiliki lebih dari satu anak terus berfikir sejak jauh-jauh hari, bagaimana agar anak - anaknya ketika hari pendaftaran tiba, bisa langsung mendaftarkan anaknya ke sekolah yang di pilih bukan malah mendaftar ke PEGADAIAN.

Inilah kenapa anda harus mempersiapkan dana pendidikan untuk anak anda?
Ada 4 alasannya, yakni :
1. Tingginya biaya pendidikan saat ini
2. Naiknya biaya pendidikan dari tahun ke tahun
3. Ekonomi di masa mendatang serba tidak pasti
4. Fisik orang tua di masa mendatang penuh resiko

1) Karna Tingginya biaya pendidikan saat ini.
Di Indonesia sekolah swasta biasanya memiliki fasilitas yang lebih baik di banding Sekolah negeri. Wajar saja krn modal di sekolah swasta pada umumnya jauh lebih besar di bandingkan modal di sekolah negeri, yang pemasukannya hanya dari Subsidi pemerintah dan uang sekolah yang kecil. Akibatnya kadang-kadang sekolah Negeri tidak cukup memiliki dana untuk membeli fasilitas-fasilitas pendidikan yang di Butuhkan.
Inilah yang menyebabkan para orang tua murid melirik sekolah swasta, sekolah yang Biasanya memiliki fasilitas yang lebih baik.
Sekolah swasta di Indonesia biasanya meminta uang pangkal besar yang sebagian
Masyarakat kita tergolong tinggi.
Karna itulah, tingginya biaya pendidikan saat ini menjadi salah satu alasan kenapa Anda perlu mempersiapkan dana pendidikan untuk anak anda.

2) Karena Naiknya biaya pendidikan dari tahun ke tahun.
Anda pasti setuju bahwa biaya pendidikan selalu naik dari tahun ke tahun. Namun Anda mungkin tidak tahu berapa gambaran biaya pendidikan pada masa yang akan Datang. Bila melihat tingginya biaya pendidikan sekarang, banyak orang tua yang Memiliki anak balita sudah bertanya-tanya, bagaimana saya membiayai sekolah anak - Anak saya kelak bila saat ini saja biaya sekolah sudah tinggi sekali?
Tetapi yang jelas, dengan biaya pendidikan yang terus naik dari tahun ke tahun Membuat anda harus bersiap-siap dengan mempersiapkan dana pendidikan untuk anak Anda.

3) Karna Ekonomi di masa mendatang serba tidak pasti
Anda mungkin merasa sudah hidup berkecukupan pada saat ini. Karier anda bagus, Penghasilan anda besar, tetapi, pernahkah anda membayangkan apa yang akan terjadi Bila anda di PHK ? Bila anda sekarang berwirausaha, apa yang akan terjadi kalo usaha anda bangkrut ?
Ekonomi di Indonesia di tahun-tahun yang akan datang hanya ada satu dari tiga Kemungkinan :
a) Ekonomi akan menjadi parah
b) Ekonomi akan tetap seperti ini
c) Ekonomi akan membaik

Tidak ada yang tahu, tetapi yang pasti, bahwa ketidakpastian ekonomi di masa Mendatang bisa mengancam keuangan anda, & harta yang anda miliki bisa lenyap. Itulah sebabnya anda perlu mempersiapkan dana pendidikan untuk anak anda, Terutama sejak sekarang.

4) Karena Fisik orang tua di masa mendatang penuh resiko
Ketidakpastian juga melanda pada fisik orang tua. Bagaimana bila anda meninggal Dunia ? bagaimana bila anda mengalami kelumpuhan ? apa yang akan terjadi bil anda Mengalami kecelakaan , atau stroke yang mengakibatkan anda tidak mampu bekerja ?
Kecelakaan bisa terjadi dimana saja. Stroke juga bisa terjadi kapan saja, walaupun Kemungkinannya lebih kecil.
Bayangkan apa yang akan terjadi bila resiko-resiko itu terjadi di saat anda belum Mempersiapkan dana pendidikan untuk anak - anak.
Itulah sebabnya, ketidakpastian fisik juga menjadi salah satu alasan kenapa anda harus Mempersiapkan dana pendidikan untuk anak anda sejak sekarang. Mumpung anda Masih sehat dan bisa bekerja.

Salam SLB (Sukses Luar Biasa) untuk ANDA yang MEMBACA

Saat ini Paninlife Syariah memiliki program yang sangat hemat untuk anda, bekal anda untuk mempersiapkan Dana Pendidikan untuk anak - anak tercinta.

Asuransi pendidikan


Program Asuransi Pendidikan Dari Paninlife Syariah Ku

Pendidikan adalah investasi yang paling penting dan berharga untuk masa depan buah hati Anda. Lewat produk-produk investasi kami, Anda dapat mengambil langkah yang tepat sejak dini untuk hari esok sang anak, sekaligus memberi perlindungan keluarga Anda terhadap resiko meninggal, cacat atau penyakit kritis.

Panin Asuransi Pendidikan Syariah merupakan salah satu dari rangkaian program Panin Multilinked Syariah, yaitu produk asuransi yang dirancang untuk dapat membantu perencanaan keuangan untuk kelangsungan pendidikan buah hati Anda.

asuransi pendidikan syraiah

Mengapa memilih Panin Asuransi Pendidikan Syariah  ?
asuransi Pendidikan Syariah
Setiap orang tua menginginkan pendidikan yang terbaik bagi anak tercinta, namun tingginya biaya pendidikan terkadang menjadi hambatan. Panin Asuransi Pendidikan Syariah mampu membantu merencanakan keuangan untuk pendidikan anak tercinta.

Biaya Kesehatan Makin Tinggi,Berharap masyarakat memilik asuransi kesehatan

Salah satu tujuan kami Paninlife Syariah adalah memberi solusi keuangan dan asuransi yang tepat bagi nasabah korporasi kami. Untuk itu kami menginformasikan kepada anda sebuah program perlindungan dan investasi yang dirancang secara khusus sesuai kebutuhan unik dari perusahaan atau organisasi Anda. Program - program yang kami luncurkan ini akan sangat membantu bagi perusahaan atau organisasi untuk memberi benefit pada pegawai atau anggota, mulai dari dana pesangon dan dana pensiun, sampai pertanggungan resiko untuk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Tanpa Agunan (KTA).


berikut petikan dari kompas, tentang biaya kesehatan dan pentingnya Asuransi Kesehatan

Pentingnya Asuransi Kesehatan


Biaya kesehatan di Indonesia naik hingga 10-13% setiap tahunnya. Kenaikan ini melebihi tingkat inflasi. Oleh sebab itu, kami berharap semakin banyak perusahaan - perusahaan yang memberikan perlindun
asuransi Kesehatan

gan, berupa asuransi kesehatan, kepada semua karyawannya.

"Berdasarkan survey tahun 2011 ini Global Medical Trends Survey Report dari Towers Watson menyebutkan bahwa biaya kesehatan di Indonesia mengalami kenaikan sekitar 10-13% setiap tahun selama dua tahun terakhir," ujar Nicky, di Jakarta, Selasa (18/10/2011).

Menurut Nicky, ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut. Faktor yang dominan adalah tingginya biaya pemeriksaan medis berteknologi tinggi atau alat kesehatan yang kian canggih, dengan persentase sebesar 65 persen.

Pengobatan yang diberikan kepada pasien terlalu berlebihan menjadi faktor kedua, dengan persentase 56 persen. "(Sebanyak) 29 persen dari kenaikan biaya tersebut akibat dari motif untuk mencari keuntungan dari penyedia sarana kesehatan. Dan sisanya sebesar 19 persen akibat lemahnya kontrol terhadap biaya yang dikeluarkan dalam pengelolaan sarana kesehatan," tambah Nicky.

Oleh sebab itu, melakukan edukasi kepada nasabah adalah hal yang sangat penting agar menjaga kesehatan dari awal.

Ini mengingat karyawan merupakan aset utama bagi perusahaan. Dengan asuransi, seperti kesehatan, maka karyawan dapat bekerja lebih tenang.

"Oleh karena itu, salah satu effort kami adalah bagaimana kami bisa bekerjasama dengan para nasabah korporasi dan penyedia sarana kesehatan untuk melakukan upaya dalam membantu perusahaan memperkecil penambahan biaya (kesehatan) yang tinggi tersebut. Selain perlindungan dari perusahaan tempat bekerja, ia menambahkan, karyawan juga perlu mempunyai perlindungan pribadi.

JAKARTA, KOMPAS.com

Rabu, 14 Desember 2011

Tips Memilih Asuransi kesehatan

Asuransi kesehatan

bisa menjadi jaring pengaman di saat kita sakit agar hasil kerja keras selama ini tidak habis untuk membiayai perawatan medis. Untuk itu perkaya diri Anda dengan jenis-jenis asuransi yang sesuai dengan perlindungan yang diharapkan.

Asuransi kesehatan terus berkembang metodenya, ada yang mengganti biaya asuransi untuk tahap awal penyakit kritis saja atau yang hanya menjamin rawat inap saja.

Setiap orang idealnya memiliki asuransi kesehatan, tak terkecuali anak-anak karena kecenderungan mereka untuk masuk rumah sakit lebih besar.

Sekarang ini sudah banyak terdapat pilihan asuransi yang digabung dengan investasi keuangan atau lebih populer disebut unitlink. Asuransi kesehatan yang ada di Indonesia saat ini kebanyakan mengganti klaim biaya kesehatan sebatas yang ditentukan atau diperjanjikan. Batas penggantian bisa meliputi biaya kamar, dokter, obat, serta tindakan medis lain, dengan batas per jenis layanan kesehatan.

Ada pula Asuransi kesehatan yang hanya mengganti biaya kamar di rumah sakit saja sehingga nasabah masih harus mengeluarkan biaya untuk berbagai tindakan medis dan obat-obatan.

"Sebaiknya pilih Asuransi Kesehatan yang meng-cover seluruh biaya karena yang mahal itu biasanya tindakan dan obat-obatan.

Asuransi penyakit kritis

Selain asuransi rawat inap di rumah sakit, kini juga tersedia Asuransi Kesehatan untuk penyakit-penyakit kritis, misalnya untuk serangan jantung, diabetes, kanker, dan masih banyak lagi.
asuransi kesehatan
Asuransi penyakit kritis biasanya bukan untuk mengganti ongkos perawatan di rumah sakit. "Jenis asuransi ini adalah membayarkan polis sebesar uang pertanggungan begitu nasabah terkena penyakit kritis. Dibayar lunas tapi setelah itu tidak ditanggung lagi.
Asuransi penyakit kritis ini sangat penting sekali untuk mereka yang di dalam keluarganya memiliki riwayat penyakit tertentu. Misalnya jika ''orangtua, kakek-nenek, atau ada saudara yang menderita kanker, maka sebaiknya kita membeli asuransi ini untuk berjaga-jaga. "Apalagi gaya hidup sekarang cenderung tidak sehat.
 Penggantian biaya perawatan kesehatan umumnya terdiri dari dua jenis, yakni lewat sistem reimburse atau kita bayar dulu baru kemudian diganti oleh pihak
asuransi, atau memakai kartu.

Reimbursement atau Kartu

asuransi kesehatan

"Yang sistem reimburse biasanya premi lebih murah. Tetapi konsekuensinya kita harus membayar lebih dulu, sementara yang sistem kartu semua sudah diurus sehingga kita tak repot lagi.

Untuk mencegah terjadinya klaim yang tidak dibayar, terutama yang memakai sistem reimburse, Saya menyarankan agar kita menanyakan dengan detail kepada agen asuransi kesehatan kondisi apa saja yang tidak ditanggung oleh asuransi.

Rabu, 12 Oktober 2011

Asuransi Pendidikan

Asuransi Syariah

Asuransi Kesehatan

Memiliki anak adalah hal terpenting dalam hidup anda, sehingga anda harus sudah merencanakan masa depan anak anda bahkan semenjak dia belum lahir ke dunia.

asuransi
pendidikanSalah satu hal yang harus anda persiapkan untuk masa depan anak anda adalah pendidikannya; dan asuransi pendidikan (dimana anda membutuhkan beberapa tips memilih asuransi pendidikan) adalah salah satu hal yang bisa membantu anda berurusan dengan biaya pendidikan anak anda. Biaya pendidikan memang semakin meningkat naik dari hari ke hari. Anda tentu masih ingat berapa biaya sekolah anda pada waktu anda masih sekolah dasar, SMP, SMA, atau saat kuliah; bandingkan biaya anda sekolah saat itu dengan biaya masuk sekolah dasar saat ini. Mungkin, jumlah biaya pendidikan anda seumur hidup jauh lebih murah dibandingkan biaya masuk SD, SMP, atau SMA anak anda saat itu.

Maka dari itu, asuransi pendidikan adalah satu-satunya asuransi yang bisa menyelamatkan finansial anda dari biaya pendidikan yang makin hari makin meningkat. Karena di luar sana ada banyak jenis asuransi pendidikan dan perusahaan asuransi yang menawarkan asuransi, anda mungkin membutuhkan beberapa tips memilih asuransi pendidikan. Dengan tips memilih asuransi pendidikan, anda tidak akan salah dalam memilih jenis asuransi pendidikan dan perusahaan asuransi. Dengan beberapa 1(yang akan dijabarkan oleh artikel ini), anda akan tahu benar jenis asuransi pendidikan yang cocok untuk anda, juga perusahaan asuransi yang tepat dan terpercaya. Faktanya, anda membutuhkan beberapa tips memilih asuransi pendidikan dan memilih perusahaan asuransi, karena mungkin ada ratusan perusahaan asuransi di luar sana, dan tidak semua menawarkan pelayanan yang baik dan harga yang terjangkau.

Berikut ini adalah beberapa tips memilih asuransi pendidikan yang harus anda aplikasikan, agar anda membuat keputusan yang benar tentang asuransi pendidikan yang cocok untuk anak anda; anda juga akan bisa memilih perusahaan asuransi yang benar dari tips memilih asuransi pendidikan berikut ini. Tips memilih asuransi pendidikan pertama adalah anda harus menentukan jangka pendidikan anak anda, yang merupakan hal pokok dalam memilih jenis asuransi pendidikan. Ada berbagai macam jenis asuransi pendidikan yang bisa anda pilih, dan jenis asuransi pendidikan tersebut digolongkan menurut jangka waktu pendidikan yang direncanakan akan ditempuh. Apabila anda sudah menentukan jangka waktu pendidikan anak anda, tips memilih asuransi pendidikan berikutnya adalah anda harus menemukan perusahaan asuransi yang baik dan dapat dipercaya.

Hampir semua tips memilih asuransi pendidikan akan menyebutkan bahwa perusahaan penyedia asuransi pendidikan sangat menentukan kualitas dan pelayanan asuransi pendidikan yang akan anda dan anak anda peroleh. Satu tips memilih asuransi pendidikan dan perusahaan asuransi adalah anda harus mencari referensi tentang perusahaan asuransi terpercaya, yang akan anda temukan di majalah pendidikan, artikel asuransi pendidikan, dan sumber lainnya. Akhirnya, tips memilih asuransi pendidikan yang harus anda aplikasikan adalah menyisihkan beberapa pengeluaran bulanan untuk membayar biaya asuransi pendidikan anak anda. Sebenarnya, anda bisa mendapatkan banyak tips memilih asuransi pendidikan lain di dunia maya, karena disana banyak perusahaan asuransi online yang menyediakan review, sehingga anda tahu benar asuransi pendidikan yang cocok untuk masa depan anak anda.

Asuransi Syariah,Asuransi Kesehatan Syariah, Asuransi Keluarga, Asuransi Kesehatan,Asuransi Prudential,Asuransi Anak

http://www.dunia-ibu.org/artikel/rumah-tangga/tips-memilih-asuransi-pendidikan.html

Tentang Asuransi Kesehatan

Asuransi Syariah

Asuransi Kesehatan

Asuransi Kesehatan Syariah

Asuransi Prudential

Ada beberapa realita yang mendorong Indonesia menjadi sangat menarik bagi para investor di sektor jasa asuransi kesehatan (health insurance), termasuk bagi para investor asing.

Pertama, perhitungan untuk pasar sektor jasa asuransi kesehatan di negeri ini cukup besar. Di suatu sisi, pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi telah meningkatkan kemampuan masyarakat untuk membayar premi jasa asuransi kesehatan. Sementara itu di sisi lain, akibat berbagai kebijaksanaan seperti izin penanaman modal di sektor kesehatan serta kebijaksanaan swadana RS pemerintah, jasa pelayanan kesehatan juga menjadi makin mahal. Sebagai komoditi jasa lainnya, perhitungan ekonominya pun makin menonjol mengikuti mekanisme pasar. Dengan demikian masyarakat tanpa mengikuti program asuransi kesehatan akan semakin terbatas kemampuannya untuk dapat membayar biaya sakit.

Kedua, hadirnya undang-undang yang melandasi usaha asuransi kesehatan, khususnya UU No. 2/1992 tentang Usaha Perasuransian dan UU no. 23/1992 tentang Kesehatan, serta UU no. 3/1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Melalui UU no. 2/1992, asuransi kesehatan dimungkinkan sebagai bagian dari asuransi jiwa atau asuransi kerugian.

Karena potensi pasar di sektor jasa asuransi kesehatan meningkat, dengan sendirinya banyak perusahaan asuransi jiwa dan kerugian, termasuk PMA, berminat melengkapi usahanya dengan menjual paket asuransi kesehatan. Dapat dibayangkan, berapa banyak program asuransi kesehatan yang bakal ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan itu. Sementara itu, dengan UU no. 23/1992, dibuka kemungkinan bagi badan-badan usaha untuk memberikan jasa jaminan pemeliharaan kesehatan melalui program JPKM (Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat). Kemudian melalui UU no. 3/1992 terbuka program jaminan pemeliharaan kesehatan, sebagai bagian dari program jamsostek bagi tenaga kerja, yang penyelenggaraannya dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ketiga UU itu memiliki pembina teknis yang berbeda, masing-masing adalah Departemen Keuangan, Departemen Kesehatan dan Departemen Tenaga Kerja.

Ketiga, cakupan program asuransi kesehatan yang dinilai masih sangat rendah dibanding kemampuan ekonomi dan besarnya penduduk. Dewasa ini, berdasar laporan Bank Dunia (1993), program asuransi kesehatan baru mencakup sekitar 13 persen penduduk Indonesia. Sekadar perbandingan, dengan pendapatan yang hampir sama (1993), cakupan di Philipina sudah mencapai sekitar 38 persen penduduk. Dengan masih rendahnya cakupan program asuransi kesehatan, serta besarnya potensi ekonomi Indonesia, pertumbuhan program asuransi kesehatan diperkirakan mempunyai peluang yang baik. Dengan paparan realita di atas, di masa depan diperkirakan persaingan disektor usaha asuransi kesehatan akan semakin sengit.

Asuransi Kesehatan adalah asuransi yang memberikan penggantian Biaya Kesehatan. Jangan salah, yang termasuk Biaya Kesehatan sebetulnya ada tiga:
1. Pemeliharaan Kesehatan, seperti check up kesehatan, pembelian makanan kesehatan maupun vitamin.
2. Perawatan, yaitu apabila Anda mengalami sakit, sehingga harus mengeluarkan uang untuk dokter atau rawat inap di RS, serta operasi (Rawat inap, Rawat Jalan, Operasi).
3. Pengobatan, yaitu apabila Anda mengalami sakit dan harus membeli obat.

Nah, Asuransi Kesehatan tidak mengganti Biaya Pemeliharaan Kesehatan. Dia hanya mengganti Biaya Perawatan dan Biaya Pengobatan.

Banyak Asuransi Kesehatan yang dijual dengan cara ditempelkan ke produk Asuransi Jiwa. Tetapi banyak juga yang dijual secara terpisah, dengan cara pembayaran bulanan atau tahunan. Bila tidak terjadi risiko apa-apa, kontrak selesai. Tidak ada pengembalian premi.

Daftar Putaka
Mengantisipasi Risiko
Manajemen kesehatan Oleh Sulastomo

Asuransi Syariah,Asuransi Kesehatan Syariah, Asuransi Keluarga, Asuransi Kesehatan,Asuransi Prudential

http://fkunhas.com

Selasa, 11 Oktober 2011

Adakah Asuransi Ideal

Asuransi Syariah

Asuransi Kesehatan

Asuransi Kesehatan Syariah

Asuransi Prudential

Semua orang tanpa terkecuali seharusnya memiliki asuransi kesehatan yang akan menjamin biaya kesehatan atau perawatan ketika seseorang jatuh sakit atau mengalami kecelakaan. Apalagi, meski kita telah menjaga kesehatan dengan baik, penyakit bisa datang tanpa diduga. Di lain pihak, biaya kesehatan terus meningkat.

Hampir 70 persen penduduk Indonesia membiayai sendiri biaya dokter atau rumah sakit. Ada berbagai alasan yang membuat masyarakat masih enggan mengambil jasa asuransi, antara lain karena takut tertipu agen asuransi, repot mengajukan klaim pengobatan, serta banyak yang sayang keluar dana untuk membayar asuransi.

Menurut Tri Djoko Santoso, seorang perencana keuangan, asuransi kesehatan termasuk dalam salah satu upaya melindungi diri dan juga kekayaan. "Banyak sekali penyakit-penyakit yang bisa membuat seseorang miskin karena menghabiskan harta benda," kata Ketua Institute Financial Planning Indonesia ini.

Asuransi kesehatan yang dimiliki sebaiknya adalah asuransi kesehatan murni, bukan yang dicampur dengan investasi. Hal ini bertujuan agar manfaat yang diperoleh lebih tinggi. Misalnya penggantian biaya rawat inap atau tindakan operasi yang lebih besar.

Tri Djoko menambahkan, seorang karyawan yang sudah mendapat jaminan kesehatan dari kantornya pun sebaiknya tetap memproteksi diri dengan asuransi kesehatan. "Asuransi pun ada limitnya. Biasanya kalau salah satu karyawan mengeluarkan biaya terlalu tinggi karena penyakit kritis, tahun berikutnya perusahaan asuransi tidak mau orang itu dimasukkan lagi dalam program," katanya.

Memilih produk asuransi yang tepat memang bukan perkara sepele. Dibutuhkan jelian dan ketelitian nasabah karena dana pembelian bukan milik orang lain, tetapi milik Anda. Kerugian atau risiko atas kesalahan pembelian asuransi tetap ditanggung pembeli, bukan pihak lain.

Untuk mencegah kerugian akibat asuransi, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan calon nasabah, yakni:

- Harus dipahami bahwa premi asuransi merupakan sebuah biaya, bukan investasi. Dengan kata lain, uang kita akan hilang kalau selama masa berlakunya polis kita sehat-sehat saja.

- Tanyakan secara rinci kepada agen asuransi setiap butir yang tertulis dalam polis. Misalnya saja kondisi pengecualian penyakit yang tidak dijamin, apakah cakupan asuransi meliputi layanan rawat jalan atau hanya rawat inap?

- Karena mengeluarkan biaya, calon pembeli asuransi sebaiknya bertanya kepada teman atau orang yang dirasa lebih paham tentang asuransi. Tak jarang penjelasan tentang penyakit ditulis dalam bahasa Inggris sehingga bisa menimbulkan arti yang salah.

- Tanyakan juga tentang prosedur klaim. Makin cepat dan mudah proses klaim, makin baik kuliatas birokrasi perusahaan asuransi yang bersangkutan. Itu sebabnya, perhatikan pula track record perusahaan asuransi yang akan dipilih.

- Sampaikan dengan jujur bila Anda sudah mengidap penyakit tertentu sebelum diberlakukannya polis.

SUMBER: Kompas.com

Asuransi Syariah,Asuransi Kesehatan Syariah, Asuransi Keluarga, Asuransi Kesehatan,Asuransi Prudential
asuransi kesehatan karyawan

Senin, 10 Oktober 2011

Pentingnya Asuransi

Asuransi Syariah

Asuransi Kesehatan

Asuransi belum menjadi sebuah praktek umum di Indonesia. Masyarakat luas masih menganggap asuransi justru kerap (bakal) merugikan mereka. Namun menurut Aidil Akbar, seorang perencana dan penasehat keuangan, asuransi sebenarnya penting.

"Asuransi adalah perlindungan terhadap resiko seseorang atau individu," kata Aidil dalam Obrolan Langsat #BeraniBicara bersama Maverick dan Asuransi Cigna pada 12 April 2011 lalu.

Perlindungan proteksi menjadi kata kunci dan itu sebabnya asuransi tidak bisa dijadikan alat investasi. Hal itu terdapat dalam prinsip asuransi yang tak boleh dilanggar.

"Yang pertama, asuransi ditujukan untuk mengganti kerugian dan bukan keuntungan. Yang kedua, kepentingan asuransinya sendiri. Ini tak boleh dilanggar, baik oleh penyedia produk asuransi maupun konsumennya," tegas Aidil.

Dalam kesempatan ini, Aidil lebih dulu mencari tahu bagaimana pengalaman sobat #obsat terhadap asuransi. Dari empat orang yang bicara, termasuk moderator Chichi Utami, terlihat pengalaman negatif terhadap asuransi.

Hal itu terjadi, menurut Aidil, karena tak cukup knowledge (pemahaman) terhadap asuransi. "Asuransi penting. Tetapi kenali dulu rambunya seperti jenis asuransi, biaya premi dan uang pertanggungan, anggaran Anda serta kebutuhan asuransi Anda," terangnya.

Aidil kemudian menjelaskan 2 jenis asuransi yang ada di Indonesia. Pertama adalah asuransi jiwa dan kedua adalah asuransi non jiwa yang mencakup kecelakaan, kendaraan, gedung dan sebagainya.

Kini di Indonesia sedang marak sebuah jenis asuransi baru, yakni Cash Plan. Ini sebuah produk asuransi yang cocok untuk mereka yang berpenghasilan harian. Artinya Cash Plan akan melindungi resiko seseorang dari kehilangan penghasilan hariannya.

Asuransi kesehatan adalah salah satu yang harus diperhatikan karena menjadi penting saat seseorang terpaksa dirawat di rumah sakit. "Ada seorang ibu klien saya yang harus dirawat di ICU selama 3 bulan. Biayanya sekitar Rp 600 juta dan dia tidak ikut asuransi. Kita baru menyadari pentingnya asuransi bila mengalami hal seperti ini," katanya.

Lalu bagaimana cara mengetahui asuransi kesehatan yang klaimnya mudah dan cepat? Aidil memberi tips agar menanyakan rekomendasi dan biaya pergantian ke rumah sakit. "Biasanya rumah sakit punya daftar rujukan asuransi yang menjadi mitra mereka," jelasnya.

Asuransi kesehatan menjadi penting ketika seseorang masih melajang dan sebaiknya jujur mengenai kondisi fisiknya. "Kalau Anda masih lajang, tak perlu ikut asuransi jiwa. Kecuali Anda memiliki tanggungan di dalam keluarga. Sebab konsep asuransi jiwa adalah mengganti penghasilan seseorang saat yang bersangkutan nantinya tutup usia," imbuh Aidil.

Dalam sesi tanya jawab, tercatat ada lebih dari 7 orang yang mengajukan pertanyaan. Beberapa pertanyaan penting di antaranya apa perbedaan asuransi konvensional dengan yang syariah.

"Konsep asuransi konvensional adalah memindahkan resiko dari seseorang ke perusahaan asuransi. Tetapi dalam asuransi syariah, resiko itu dibagi ke dua pihak," jawab Aidil.

Aidil juga menjelaskan bahwa tak ada hitungan persentase biaya asuransi yang ideal dari penghasilan seseorang. "Tidak ada standar persentase biaya karena semua tergantung kebutuhannya. Yang pasti, jangan membeli produk asuransi yang punya premi murah karena faktor resiko menjadi besar dan biasanya klaim sulit diperoleh."

Pertanyaan sobat #obsat yang juga menarik adalah soal asuransi Unit Link. Aidil menyarankan sebaiknya tidak membeli produk unit link karena produk ini tak cocok untuk Indonesia. Unit Link yang benar ada di Amerika Serikat yang cocok untuk produk investasi kena pajak.

"Biasanya asuransi Unit Link punya uang pertanggungan yang kecil dan profit investasinya tidak optimal. Tetapi jika Anda sudah terlanjur ikut Unit Link, apalagi sudah lebih dari 2 tahun, jangan dihentikan karena resiko diri Anda juga sudah berubah dibanding tahun awal," terangnya.

Berikutnya Aidil menjelaskan bahwa asuransi Unit Link sering menempel pada asuransi pendidikan. "Jenis asuransi seperti ini sebaiknya tidak dibeli. Sebab bila Anda punya pun uang tak bisa diambil sewaktu-sewaktu. Dan ketika uang Anda cair, ternyata jumlahnya jauh di bawah kebutuhan," tambahnya.

Pada akhirnya, menurut Aidil, produk asuransi memang harus dilihat komponennya satu per satu dan dikenali agar sesuai dengan kebutuhan seseorang. "Ini penting selama sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran Anda," pungkasnya.
http://www.obrolanlangsat.com

Asuransi Syariah,Asuransi Kesehatan Syariah, Asuransi Keluarga, Asuransi Kesehatan,Asuransi Prudential,Asuransi Anak

Kesalahan Dalam Perencanaan Keuangan

Asuransi Syariah

Asuransi Kesehatan

Banyak orang tua baru yang melakukan kesalahan-kesalahan dalam perencanaan keuangan keluarga. Baca tulisan di bawah untuk menghindarkan keluarga Anda dari permasalahan finansial.

Saat Anda baru saja memiliki momongan dan hari-hari Anda dipenuhi dengan kesibukan mengisi botol susu, mengganti diaper, dan malam-malam panjang melelahkan tanpa tidur karena si kecil kerap terbangun, adalah mudah untuk mengesampingkan berbagai hal yang sebenarnya krusial dalam hidup. Apalagi jika hal yang dimaksud sangat membosankan seperti: merencanakan keuangan keluarga. Karena itu para orang tua baru sering kali melakukan kesalahan dalam mengelola keuangan mereka, justru pada masa paling penting dalam rumah tangga (karena kehadiran anggota keluarga baru). Kabar baiknya: Sebenarnya, cukup dengan sedikit perhatian dan perencanaan yang tepat, Anda bisa menghindarkan diri dari berbagai kesalahan finansial.

Kesalahan # 1

Tidak Memiliki Asuransi Jiwa yang Tepat

Asuransi Kesehatan Syariah


Mungkin Anda sudah menyadari pentingnya memiliki asuransi jiwa sebagai jaring pengaman bagi anak seandainya terjadi hal yang tidak diinginkan. (Jika Anda belum menyadarinya, kini Anda tahu: Segera daftarkan asuransi jiwa Anda!) Tapi kadangkala, bahkan orang tua yang sudah mendaftarkan diri mengikuti asuransi jiwa tidak mendapatkan perlindungan yang maksimal. “Banyak orang yang tidak mendapatkan klaim yang pantas,” ujar Tim Wyman, financial planner di Southfield, Michigan. “Mereka tidak menyadari berapa nilai klaim yang pantas agar keluarga dapat tetap bertahan hidup dengan normal jika kepala keluarga sebagai sumber pendapatan meninggal dunia.”

Nilai yang pantas adalah mendapatkan tujuh hingga sepuluh kali lipat dari pendapatan kotor per tahun saat anak-anak masih berusia muda. (Jika seandainya Anda memiliki penghasilan Rp. 60 juta per tahun, Anda seharusnya diasuransikan sebesar Rp. 420 juta hingga Rp. 600 juta.) Bahkan para orang tua yang bekerja dari rumah juga sebaiknya memiliki asuransi jiwa: Keluarga Anda juga pasti tetap membutuhkan biaya untuk perawatan anak dan berbagai keperluan lain seperti biaya pendidikan jika terjadi sesuatu pada Anda. Kebutuhan setiap keluarga berbeda-beda, jadi berkonsultasilah dulu dengan konsultan keuangan. Jika Anda gemar surfing di internet, coba kunjungi situs insweb.com/learning center. Di situs ini, Anda bisa mengkalkulasikan nilai asuransi jiwa yang sepantasnya Anda dapatkan.

Kebanyakan konsultan keuangan akan menyarankan Anda untuk memilih “asuransi jiwa berjangka”, polis ini memiliki premi yang harus Anda bayarkan dalam jangka waktu tertentu (misalnya 20 tahun). Anda tidak disarankan untuk memilih “asuransi jiwa seumur hidup” atau “asuransi permanen” dimana keluarga Anda hanya akan dilindungi oleh asuransi selama Anda terus membayar preminya. Biasanya, polis permanen-lah yang dianggap sebagai investasi yang paling baik, meski kenyataannya tidak demikian. Banyak orang beranggapan bahwa membayar premi asuransi dengan nilai kecil dan stabil seumur hidup, lebih baik daripada membayar premi dengan jumlah yang lebih besar dalam jangka waktu tertentu. “Sebenarnya tidak demikian,” ujar Wyman. “Yang justru lebih penting adalah Anda sudah berhasil memiliki jumlah uang yang cukup besar saat anak-anak masih kecil dan belum lepas dari tanggung jawab Anda.”

Penting juga untuk Anda ketahui :

√ Membeli asuransi jiwa untuk anak Anda yang masih bayi. Asuransi ini memiliki premi yang sangat kecil. Tapi seandainya anak Anda bukan seorang bintang sinetron terkenal, ia tidak membutuhkannya. Tujuan utama asuransi adalah untuk menggantikan sumber pendapatan yang hilang seandainya terjadi sesuatu. Kebanyakan bayi tidak memiliki pekerjaan.



Asuransi Anda tidak memberi perlindungan terhadap risiko cacat tubuh. Jika Anda pekerja kantoran, tanyakan pada perusahaan seberapa besar dari pendapatan Anda yang dapat Anda klaim jika terjadi kecelakaan yang mengakibatkan cacat tubuh: seringkali perusahaan hanya bisa memberi kompensasi sebesar 60 sampai 70 persen dari penghasilan Anda. Jika nominal tersebut tidak mencukupi untuk biaya kebutuhan hidup sehari-hari, Anda bisa mengajukan polis asuransi cacat yang dikeluarkan oleh swasta.

Kesalahan # 2

Menunda Untuk Mulai Menabung Dana Pensiun

Dengan semua perhatian yang tercurahkan pada si kecil, sangat mudah untuk melupakan kebutuhan bagi Anda sendiri. Banyak orang tua baru yang justru berhenti menabung untuk dana pensiun mereka supaya bisa mulai membuka dana pendidikan untuk kuliah si kecil. Ini adalah kesalahan yang sangat serius. “Ada banyak program dana pendidikan dan pinjaman dari bank yang bisa Anda ambil untuk membantu membiayai kuliah anak, tapi tidak ada program peminjaman untuk orang-orang yang memasuki masa pensiun,” ujar Katrina Miller, financial planner di Golden, Colorado.

Kunci dari memiliki dana pensiun yang cukup, berhubungan erat dengan seberapa lama Anda mulai menabung. Semakin lama Anda berinvestasi, semakin besar hasil yang Anda akan terima. Karena itulah, jika Anda berhenti menabung dana pensiun, Anda berisiko membahayakan masa depan keuangan keluarga. Meskipun keuangan Anda sedang ketat, Anda harus tetap berusaha menyisihkan sebagian uang untuk dana pensiun kelak. (Idealnya, orang tua baru harus bisa menyisihkan minimal 10 persen dari pendapatan total keluarga setiap bulan.)

Selain hal tersebut, Anda pun perlu menyisihkan pendapatan bulanan untuk dana pensiun, coba mulai menyisihkan sebagian lagi untuk dana pendidikan anak, meski hanya Rp. 100.000 per bulan. Lebih cepat lebih baik: jika Anda baru mulai menyisihkan uang saat si kecil sudah berusia 5 tahun daripada saat ia baru lahir, Anda harus menyimpan 75 persen lebih banyak untuk mendapatkan jumlah nominal yang sama besarnya saat anak berusia 18 tahun. Jika Anda ingin tahu lebih banyak seputar merancang biaya pendidikan bagi anak, coba kunjungi website savingforcollege.com.

Kesalahan # 3

Tidak Berfikir Untuk Membuat Surat Wasiat

Tidak ada orang yang ingin lama-lama berfikir tentang kematian, apalagi jika Anda punya anak yang masih kecil dan masih menggantungkan hidupnya pada Anda. Tapi jika Anda tidak membuat surat wasit dan dana perwalian bagi anak, kemungkinan besar si kecil akan terlantar secara finansial dan emosional jika Anda tiba-tiba meninggal dunia.

Jika perusahaan tempat Anda bekerja memberi fasilitas kesehatan, segera lakukan reimbursement setelah Anda melakukan pengeluaran. Jika Anda menunda klaim, uang Anda bisa dianggap hangus.

Alasan nomor satu mengapa orang tua membutuhkan surat wasiat: Agar Anda, dan bukan pengadilan atau yayasan kesejahteraan anak yang akan menentukan wali bagi anak-anak Anda. “Saya sering melihat pertengkaran antara mertua, saudara kandung, sepupu bahkan kerabat dekat yang memperebutkan hak asuh anak,” ujar Robin Giles, financial planner di Laguna Niguel, California.”Adalah langkah yang lebih cerdas untuk membiarkan semua orang tahu keinginan Anda saat Anda masih hidup.”

Hal yang tidak kalah penting adalah mendirikan dana perwalian yang menjelaskan kapan anak Anda bisa mendapatkan dan mengelola sendiri warisan orang tuanya. Tanpa dana perwalian yang jelas, anak-anak akan otomatis menerima dana tersebut saat mereka berusia 18 tahun. “Ini adalah jumlah uang yang terlalu banyak dan terlalu cepat untuk dikelola oleh anak berusia 18 tahun,” ujar financial planner Chris Cooper di Toledo, Ohio.

Pilihan terbaik adalah berkonsultasi dengan pengacara untuk membuat wasiat dan dana perwalian yang tepat. Penasaran ingin mengetahui seperti apa bentuk surat wasiat? Coba program Quicken WillMaker Plus di komputer Anda.

Kesalahan # 4

Melakukan Pemborosan dalam Keuangan

Saat Anda baru saja menjadi orang tua, akan ada banyak tuntutan pemenuhan kebutuhan hidup seperti memberi makan anak-anak, pakaian dan hiburan. Sangat sulit rasanya mencari waktu untuk duduk sejenak dan mencatat besarnya pengeluaran setiap bulan. Padahal tindakan ini sangat perlu. Anda harus memastikan bahwa Anda tidak melakukan pembelanjaan yang lebih besar dari pendapatan Anda. “Anda juga harus bisa mengerem keinginan untuk membeli berbagai barang yang sebenarnya tidak perlu, seperti keranjang tidur yang mahal atau stroller dari designer ternama.” Ujar Miller. “Bayi Anda tidak akan peduli terhadap hal ini.”

Para ahli keuangan setuju bahwa akan sangat sulit untuk bisa menstabilkan keuangan saat Anda sudah terlilit banyak hutang. “Banyak para ibu baru yang memutuskan untuk berhenti bekerja, lalu menghamburkan uang mereka membeli berbagai barang mahal bagi si bayi dengan anggapan bahwa mereka akan bisa menyimpan uang saat kembali bekerja beberapa tahun kemudian,” ujar Miller. “Tapi kemudian mereka menyadari bahwa hal ini tidak akan terjadi karena biaya hidup naik setiap tahunnya.”

Adalah hal yang sangat penting bagi ibu rumah tangga untuk mengatur keuangan keluarga dengan baik. “Kebanyakan wanita merasa mereka tidak berhak untuk membuat keputusan dalam hal keuangan karena mereka bukan sumber pendapatan keluarga,” ujar Mary Claire Allvine, financial planner di Atlanta. “Sesungguhnya, baik suami maupun istri harus ikut terlibat dalam perencanaan keuangan keluarga yang bisa membantu Anda berdua mencapai keamanan finansial di kemudian hari.”
http://www.parentsindonesia.com

Asuransi Syariah,Asuransi Kesehatan Syariah, Asuransi Keluarga, Asuransi Kesehatan,Asuransi Prudential,Asuransi Anak

Minggu, 09 Oktober 2011

Pentingnya Asuransi kesehatan

Pentingnya asuransi kesehatan

Asuransi Kesehatan

Asuransi Kesehatan Syariah

Asuransi Prudential

Menurut Kimberly Lankford, penulis The Insurance Maze: How You Can Save Money on Insurance and Still Get the Coverage You Need, asuransi kesehatan adalah salah satu jaminan kesehatan yang harus kita miliki. Asuransi ini bukan saja melindungi kesehatan, tetapi juga seluruh perencanaan keuangan yang telah kita buat. Maklum, biaya kesehatan zaman sekarang sangat mahal dan bisa menyedot seluruh uang kita.
Lalu, bagaimana memilih asuransi kesehatan yang akan menutup seluruh biaya pengobatan tanpa dibebani berbagai prasyarat. Ini tipsnya.
1. Ketahui jaminan maksimum yang diberikan perusahaan asuransi. Semakin besar angka yang diberikan tentu akan semakin baik.
2. Semakin besar pemotongan yang dikenakan, juga semakin baik. Pemotongan ini digunakan untuk membayar segala tagihan kesehatan Anda.
3. Simpan semua tagihan kesehatan. Jika ada sesuatu yang terjadi, Anda punya dokumen untuk bukti.
4. Jangan lupa pelajari dan periksa setiap tahun untuk mengurangi kecurangan yang mungkin terjadi. (Erma Dwi Kusumastuti)
http://chicmagz.com/

Asuransi Syariah,Asuransi Kesehatan Syariah, Asuransi Keluarga, Asuransi Kesehatan,Asuransi Prudential

Sabtu, 24 September 2011

asuransi syariah dan asuransi konvensional

Asuransi Syariah

Asuransi Kesehatan

Asuransi Kesehatan Syariah

Asuransi Prudential

Konsep dasar asuransi syariah adalah tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan (al birri wat taqwa). Konsep tersebut sebagai landasan yang diterapkan dalam setiap perjanjian transaksi bisnis dalam wujud tolong menolong (akad takafuli) yang menjadikan semua peserta sebagai keluarga besar yang saling menanggung satu sama lain di dalam menghadapi resiko, yang kita kenal sebagai sharing of risk, sebagaimana firman Allah SWT yang memerintahkan kepada kita untuk taawun (tolong menolong) yang berbentuk al birri wat taqwa (kebaikan dan ketakwaan) dan melarang taawun dalam bentuk al itsmi wal udwan (dosa dan permusuhan).

Firman Allah dalam surat al-Baqarah 188, ‘Dan janganlah kalian memakan harta di antara kamu sekalian dengan jalan yang bathil, dan janganlah kalian bawa urusan harta itu kepada hakim yang dengan maksud kalian hendak memakan sebagian harta orang lain dengan jalan dosa, padahal kamu tahu.” Hadist Nabi Muhammad SAW, “Mukmin terhadap mukmin yang lain seperti suatu bangunan memperkuat satu sama lain,” Dan “Orang-orang mukmin dalam kecintaan dan kasih sayang mereka seperti satu badan. Apabila satu anggota badan menderita sakit, maka seluruh badan merasakannya.

Dalam asuransi konvensional, asuransi merupakan transfer of risk yaitu pemindahan risiko dari peserta/tertanggung ke perusahaan/penanggung sehingga terjadi pula transfer of fund yaitu pemindahan dana dari tertanggung kepada penanggung. Sebagai konsekwensi maka kepemilikan dana pun berpindah, dana peserta menjadi milik perusahaan ausransi.

Beberapa perbedaan asuransi syariah dengan asuransi konvensional, di antaranya adalah sebagai berikut:

Akad (Perjanjian)

Setiap perjanjian transaksi bisnis di antara pihak-pihak yang melakukannya harus jelas secara hukum ataupun non-hukum untuk mempermudah jalannya kegiatan bisnis tersebut saat ini dan masa mendatang. Akad dalam praktek muamalah menjadi dasar yang menentukan sah atau tidaknya suatu kegiatan transaksi secara syariah. Hal tersebut menjadi sangat menentukan di dalam praktek asuransi syariah. Akad antara perusahaan dengan peserta harus jelas, menggunakan akad jual beli (tadabuli) atau tolong menolong (takaful).

Akad pada asuransi konvensional didasarkan pada akad tadabuli atau perjanjian jual beli. Syarat sahnya suatu perjanjian jual beli didasarkan atas adanya penjual, pembeli, harga, dan barang yang diperjual-belikan. Sementara itu di dalam perjanjian yang diterapkan dalam asuransi konvensional hanya memenuhi persyaratan adanya penjual, pembeli dan barang yang diperjual-belikan. Sedangkan untuk harga tidak dapat dijelaskan secara kuantitas, berapa besar premi yang harus dibayarkan oleh peserta asuransi utnuk mendapatkan sejumlah uang pertanggungan. Karena hanya Allah yang tahu kapan kita meninggal. Perusahaan akan membayarkan uang pertanggunggan sesuai dengan perjanjian, akan tetapi jumlah premi yang akan disetorkan oleh peserta tidak jelas tergantung usia. Jika peserta dipanjangkan usia maka perusahaan akan untung namun apabila peserta baru sekali membayar ditakdirkan meninggal maka perusahaan akan rugi. Dengan demikian menurut pandangan syariah terjadi cacat karena ketidakjelasan (gharar) dalam hal berapa besar yang akan dibayarkan oleh pemegang polis (pada produk saving) atau berapa besar yang akan diterima pemegang polis (pada produk non-saving).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, seorang ulama salaf ternama dalam kitabnya “Majmu Fatwa” menyatakan bahwa akad dalam Islam dibangun atas dasar mewujudkan keadilan dan menjauhkan penganiayaan. Harta seorang muslim yang lain tidak halal, kecuali dipindahkan haknya kepada yang disukainya. Keadilan dapat diketahui dengan akalnya, seperti pembeli wajib menyatakan harganya dan penjual menyerahkan barang jualannya kepada pembeli. Dilarang menipu, berkhianat, dan jika berhutang harus dilunasi. Jika kita mengadakan suatu perjanjian dalam suatu transaksi bisnis secara tidak tunai maka kita wajib melakukan hal-hal berikut: I% Menuliskan bentuk perjanjian (seperti adanya SP dan polis). I% Bentuk perjanjian harus jelas dimengerti oleh pihak-pihak yang bertransaksi (akad tadabuli atau akad takafuli). I% Adanya saksi dari kedua belah pihak. I% Para saksi harus cakap dan bersedia secara hukum jika suatu saat diminta kewajibannya. (Penulis simpulkan dari firman Allah SWT, surat al-Baqarah ayat 282).

Gharar (Ketidakjelasan)

Definisi gharar menurut Madzhab Syafii adalah apa-apa yang akibatnya tersembunyi dalam pandangan kita dan akibat yang paling kita takuti.

Gharar/ketidakjelasan itu terjadi pada asuransi konvensional, dikarenakan tidak adanya batas waktu pembayaran premi yang didasarkan atas usia tertanggung, sementara kita sepakat bahwa usia seseorang berada di tangan Yang Mahakuasa. Jika baru sekali seorang tertanggung membayar premi ditakdirkan meninggal, perusahaan akan rugi sementara pihak tertanggung merasa untung secara materi. Jika tertanggung dipanjangkan usianya, perusahaan akan untung dan tertanggung merasa rugi secara financial. Dengan kata lain kedua belah pihak tidak mengetahui seberapa lama masing-masing pihak menjalankan transaksi tersebut. Ketidakjelasan jangka waktu pembayaran dan jumlah pembayaran mengakibatkan ketidaklengkapan suatu rukun akad, yang kita kenal sebagai gharar. Para ulama berpendapat bahwa perjanjian jual beli/akad tadabuli tersebut cacat secara hukum.

Pada asuransi syariah akad tadabuli diganti dengan akad takafuli, yaitu suatu niat tolong-menolong sesama peserta apabila ada yang ditakdirkan mendapat musibah. Mekanisme ini oleh para ulama dianggap paling selamat, karena kita menghindari larangan Allah dalam praktik muamalah yang gharar.

Pada akad asuransi konvensional dana peserta menjadi milik perusahaan asuransi (transfer of fund). Sedangkan dalam asuransi kesehatan syariah, dana yang terkumpul adalah milik peserta (shahibul mal) dan perusahaan asuransi syariah (mudharib) tidak bisa mengklaim menjadi milik perusahaan.

Tabarru dan Tabungan

Tabarru berasal dari kata tabarraa-yatabarra-tabarrawan, yang artinya sumbangan atau derma. Orang yang menyumbang disebut mutabarri (dermawan). Niat bertabbaru bermaksud memberikan dana kebajikan secara ikhlas untuk tujuan saling membantu satu sama lain sesama peserta asuransi syariah, ketika di antaranya ada yang mendapat musibah. Oleh karena itu dana tabarru disimpan dalam rekening khusus. Apabila ada yang tertimpa musibah, dana klaim yang diberikan adalah dari rekening tabarru yang sudah diniatkan oleh sesama peserta untuk saling menolong.

Menyisihkan harta untuk tujuan membantu orang yang terkena musibah sangat dianjurkan dalam agama Islam, dan akan mendapat balasan yang sangat besar di hadapan Allah, sebagaimana digambarkan dalam hadist Nabi SAW,”Barang siapa memenuhi hajat saudaranya maka Allah akan memenuhi hajatnya.”(HR Bukhari Muslim dan Abu Daud).

Untuk produk asuransi jiwa syariah yang mengandung unsur saving maka dana yang dititipkan oleh peserta (premi) selain terdiri dari unsur dana tabarru terdapat pula unsur dana tabungan yang digunakan sebagai dana investasi oleh perusahaan. Sementara investasi pada asuransi kerugian syariah menggunakan dana tabarru karena tidak ada unsur saving. Hasil dari investasi akan dibagikan kepada peserta sesuai dengan akad awal. Jika peserta mengundurkan diri maka dana tabungan beserta hasilnya akan dikembalikan kepada peserta secara penuh.

Maisir (Judi)

Allah SWT berfirman dalam surat al-Maidah ayat 90,”Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya khamar, maisir, berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapatkan keberuntungan.”

Prof. Mustafa Ahmad Zarqa berkata bahwa dalam asuransi konvensional terdapat unsur gharar yang pada gilirannya menimbulkan qimar. Sedangkan al qimar sama dengan al maisir. Muhammad Fadli Yusuf menjelaskan unsur maisir dalam asuransi konvensional karena adanya unsur gharar, terutama dalam kasus asuransi jiwa. Apabila pemegang polis asuransi jiwa meninggal dunia sebelum periode akhir polis asuransinya dan telah membayar preminya sebagian, maka ahliwaris akan menerima sejumlah uang tertentu. Pemegang polistidak mengetahui dari mana dan bagaimana cara perusahaan asuransi konvensional membayarkan uang pertanggungannya. Hal ini dipandang karena keuntungan yang diperoleh berasal dari keberanian mengambil risiko oleh perusahaan yang bersangkutan. Muhammad Fadli Yusuf mengatakan, tetapi apabila pemegang polis mengambil asuransi itu tidak dapat disebut judi. Yang boleh disebut judi jika perusahaan asuransi mengandalkan banyak/sedikitnya klaim yang dibayar. Sebab keuntungan perusahaan asuransi sangat dipengaruhi oleh banyak /sedikitnya klaim yang dibayarkannya.

Riba

Dalam hal riba, semua asuransi konvensional menginvestasikan dananya dengan bunga, yang berarti selalu melibatkan diri dalam riba. Hal demikian juga dilakukan saat perhitungan kepada peserta, dilakukan dengan menghitung keuntungan di depan. Investasi asuransi konvensional mengacu pada peraturan pemerintah yaitu investasi wajib dilakukan pada jenis investasi yang aman dan menguntungkan serta memiliki likuiditas yang sesuai dengan kewajiban yang harus dipenuhi. Begitu pula dengan Keputusan Menteri Keuangan No. 424/KMK.6/2003 Tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi. Semua jenis investasi yang diatur dalam peraturan pemerintah dan KMK dilakukan berdasarkan sistem bunga.

Asuransi syariah menyimpan dananya di bnak yang berdasarkan syariat Islam dengan sistem mudharabah. Untuk berbagai bentuk investasi lainnya didasarkan atas petunjuk Dewan Pengawas Syariah. Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imron ayat 130,”Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu memakan riba yang memang riba itu bersifat berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapatkan keberuntungan.” Hadist, “Rasulullah mengutuk pemakaian riba, pemberi makan riba, penulisnya dan saksinya seraya bersabda kepada mereka semua sama.”(HR Muslim)

Dana Hangus

Ketidakadilan yang terjadi pada asuransi konvensional ketika seorang peserta karena suatu sebab tertentu terpaksa mengundurkan diri sebelum masa reversing period. Sementara ia telah beberapa kali membayar premi atau telah membayar sejumlah uang premi. Karena kondisi tersebut maka dana yang telah dibayarkan tersebut menjadi hangus. Demikian juga pada asuransi non-saving atau asuransi kerugian jika habis masa kontrak dan tidak terjadi klaim, maka premi yang dibayarkan akan hangus dan menjadi milik perusahaan.

Kebijakan dana hangus yang diterapkan oleh asuransi konvensional akan menimbulkan ketidakadilan dan merugikan peserta asuransi terutama bagi mereka yang tidak mampu melanjutkan karena suatu hal. Di satu sisi peserta tidak punya dana untuk melanjutkan, sedangkan jika ia tidak melanjutkan dana yang sudah masuk akan hangus. Kondisi ini mengakibatkan posisi yang dizalimi. Prinsip muamalah melarang kita saling menzalimi, laa dharaa wala dhirara ( tidak ada yang merugikan dan dirugikan).

Asuransi syariah dalam mekanismenya tidak mengenal dana hangus, karena nilai tunai telah diberlakukan sejak awal peserta masuk asuransi. Bagi peserta yang baru masuk karena satu dan lain hal mengundurkan diri maka dana/premi yang sebelumnya dimasukkan dapat diambil kembali kecuali sebagian kecil dana yang dniatkan sebagai dana tabarru (dana kebajikan). Hal yang sama berlaku pula pada asuransi kerugian. Jika selama dan selesai masa kontrak tidak terjadi klaim, maka asuransi syariah akan membagikan sebagian dana/premi tersebut dengan pola bagi hasil 60:40 atau 70:30 sesuai kesepakatan si awal perjanjian (akad). Jadi premi yang dibayarkan pada awal tahun masih dapat dikembalikan sebagian ke peserta (tidak hangus). Jumlahnya sangat tergantung dari hasil investasinya.

Asuransi Syariah,Asuransi Kesehatan Syariah, Asuransi Keluarga, Asuransi Kesehatan,Asuransi Prudential
asuransi kesehatan karyawan

Konsep Taawun Dalam Asuransi Syariah

Sebagian para ahli syariah meyamakan sistem asuransi syariah dengan sistem aqilah pada zaman Rasulullah SAW. Dr. Satria Effendi M.Zein dalam makalahnya mendefinisikan takaful dengan at takmin, at taawun atau at takaful (asuransi bersifat tolong menolong), yang dikelola oleh suatu badan, dan terjadi kesepakatan dari anggota untuk bersama -sama memikul suatu kerugian atau penderitaan yang mungkin terjadi pada anggotanya. Untuk kepentingan itu masing-masing anggota membayar iuran berkala (premi). Dana yang terkumpul akan terus dikembangkan, sehingga hasilnya dapat dipergunakan untuk kepentingan di atas, bukan untuk kepentingan badan pengelola (asuransi syariah). Dengan demikian badan tersebut tidak dengan sengaja mengeruk keuntungan untuk dirinya sendiri. Disini sifat yang paling menonjol adalah tolong-menolong seperti yang diajarkan Islam.

Dewan Pengawas Syariah

Pada asuransi syariah seluruh aktivitas kegiatannya diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang merupakan bagian dari Dewan Syariah Nasional (DSN), baik dari segi operational perusahaan, investasi maupun SDM. Kedudukan DPS dalam Struktur oraganisasi perusahaan setara dengan dewan komisaris.

Itulah beberapa hal yang membedakan asuransi syariah dengan asuransi konvensional. Apabila dilihat dari sisi perbedaannya, baik dari sisi ekonomi, kemanuasiaan atau syariahnya, maka sistem asuransi syariah adalah yang terbaik dari seluruh sistem asuransi yang ada.

Asuransi Syariah,Asuransi Kesehatan Syariah, Asuransi Keluarga, Asuransi Kesehatan,Asuransi Prudential
asuransi kesehatan karyawan



Sumber: Proteksi, No.184/Mei 2006/Tahun XXVII

Jumat, 23 September 2011

Cermat Memilih Asuransi

Asuransi Syariah

Asuransi Kesehatan

Asuransi Kesehatan Syariah

Asuransi Prudential

Asuransi jiwa menjadi salah satu kebutuhan penting terkait perencanaan keuangan. Belakangan ini, produk unit link termasuk kategori asuransi jiwa yang semakin bertumbuh dan memberikan banyak penawaran. Sebaiknya teliti sebelum memiliki investasi yang juga punya proteksi ini. 

Pilih produk yang memberi ruang bagi nasabah untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan. Ada produk yang menggiurkan, karena hanya dengan menyisihkan 10 ribu rupiah perhari, Anda bisa membayar premi untuk proteksi dan investasi jangka panjang. Namun bukan sekadar murah, Anda perlu juga meneliti seberapa luas penyesuaian yang bisa Anda lakukan.

Misalkan, mengubah manfaat investasi, dalam hal ini menaikkan, mengurangi, atau bahkan menghilangkan manfaat proteksi, disesuaikan dengan besaran premi. Apakah kemudian premi juga akan bertambah atau mengikuti premi sebelumnya, jika kemudian nasabah melakukan penyesuaian manfaat sesuai kebutuhan.

Syafriadi Hutagalung, manager agen asuransi sebuah asuransi jiwa mengatakan, produk asuransi sebaiknya representatif dan menyesuaikan dengan kebutuhan nasabah. "Nasabah sebaiknya dilibatkan dalam mengatur keuangannya. Model lama, institusi keuangan bertindak sepihak dalam kepemilikan produk sudah tidak relevan lagi melihat kondisi kekinian," papar pria yang kerap disapa Adhie kepada Kompas Female.

Untuk memastikan produk tersebut aman, teliti juga institusi keuangan penerbit produk. Hal ini bisa dilihat dari profesionalisme agen asuransi. Tanyakan saja, apakah si agen memiliki sertifikasi dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) misalkan. Bisa juga dengan mengenali kinerja perusahaan yakni dengan mengukur pengakuan industri asuransi terhadapnya. Penghargaan dari sejumlah media ekonomi atas performance perusahaan bahkan pengakuan dunia perlu menjadi pertimbangan.

Sementara, perencana keuangan, Aidil Akbar Madjid mengatakan sebaiknya pilih asuransi jiwa murni. Artinya tidak ada pembayaran dari perusahaan asuransi selama nasabah masih hidup untuk proteksi penyakit tertentu, yang bisa diklaim ke penerbit produk unit link. "Asuransi jiwa murni artinya pembayaran dilakukan jika nasabah meninggal," papar Akbar.

Akbar mengakui banyak kemudahan yang diberikan oleh investor jika memiliki unit link. Namun keuntungan yang bisa diperoleh relatif kecil. Diakuinya, produk yang masuk kategori advance ini bisa jadi sangat bagus sebagai investasi proteksi. Namun belum tentu cocok dengan setiap orang.

Asuransi Syariah,Asuransi Kesehatan Syariah, Asuransi Keluarga, Asuransi Kesehatan,Asuransi Prudential


Akbar menyarankan orang dengan penghasilan 2-3 juta per bulan sebaiknya memilih produk investasi lain. Produk investasi seperti emas logam mulia atau deposito lebih tepat. Namun pilihan ini tetap dikembalikan kepada kebutuhan Anda, jangka pendek, menengah, panjang, dan risikonya.
Sebaiknya pilih produk asuransi dengan lebih dahulu mendiskusikan secara detil keunggulan dan kelemahannya. Agen asuransi profesional semestinya menyediakan ruang untuk berdiskusi dan tidak sekadar "menjual" produk.
sumber:http://female.kompas.com/

Kamis, 22 September 2011

perbedaan asuransi syariah dan konvensional

Asuransi Syariah

Asuransi Kesehatan

Asuransi Kesehatan Syariah

Asuransi Prudential

asuransi syariah dengan asuransi konvensional, antara lain :

  • Akad (perjanjian) pada asuransi syariah berdasarkan tolong menolong. Sedangkan asuransi konvensional berdasarkan jual beli.
  • Kepemilikan dana pada asuransi syariah merupakan hak peserta. Perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya. Sedangkan pada asuransi konvensional, dana yang terkumpul dari nasabah (premi) menjadi milik perusahaan. Sehingga, perusahaan bebas menentukan alokasi investasinya.
  • Investasi dana pada asuransi syariah berdasarkan bagi hasil (mudharabah). Sedangkan pada asuransi konvensional memakai bunga (riba) sebagai landasan perhitungan investasinya.
  • Asuransi syariah tidak mengenal dana hangus dalam mekanismenya. Jika pada masa kontrak peserta tidak dapat melanjutkan pembayaran premi dan ingin mengundurkan diri sebelum masa reversing period, maka dana yang dimasukkan dapat diambil kembali. Kecuali sebagian dana kecil yang telah diniatkan untuk tabarru (sumbangan/derma). Sedangkan asuransi konvensional menerapkan kebijakan dana hangus bagi mereka yang tidak mampu melanjutkan.pembayaran premi.
  • Pembayaran klaim pada asuransi syariah diambil dari dana tabarru (dana kebajikan) seluruh peserta yang sejak awal telah diikhlaskan bahwa ada penyisihan dana yang akan dipakai sebagai dana tolong menolong di antara peserta bila terjadi musibah. Sedangkan pada asuransi konvensional pembayaran klaim diambilkan dari rekening dana perusahaan.
  • Pada asuransi syariah, pembagian keuntungan dibagi berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah) antara perusahaan dengan peserta asuransi, sesuai dengan proporsi yang telah ditentukan. Sedangkan pada asuransi konvensional seluruh keuntungan menjadi hak milik perusahaan.
  • Asuransi syariah mempunyai Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang betugas mengawasi pengelolaan dana investasi dan produk yang dipasarkan. Sedangkan pada asuransi konvensional tidak ditemukan Dewan Pengawas Syariah. namun setara dengan dewan komisaris dalam sebuah struktur oraganisasi perusahaan.

Selasa, 20 September 2011

Dikejar-kejar Agen Asuransi, Inilah 9 Tips Cara Menolaknya

Asuransi Syariah

Asuransi Kesehatan

Asuransi Kesehatan Syariah

Asuransi Prudential


Pernahkah Anda didatangi oleh agen asuransi? Atau saat ini malah dikejar-kejar Agen Asuransi. Apa yang ada di benak Anda saat itu? Apakah menurut Anda asuransi ada manfaatnya? Apa persepsi Anda tentang asuransi?. Cukup banyak tanggapan yang muncul, ada yang berkonotasi negatif tetapi ada juga yang positif.

Namun Bagi Anda yang ingin Menolak Asuransi, berikut ada Tips Jitu Cara Menolak Asuransi :

1) Saya tidak punya uang untuk beli asuransi

Orang yang tidak mampu membeli asuransi sebenarnya justru orang yang lebih membutuhkan asuransi dibandingkan dengan orang yang mampu membelinya.

Jika anda tidak dapat membayar semua tagihan saat anda sehat dan dapat bekerja, bagaimana mungkin anda akan dapat membayarnya saat anda sakit dan tidak memiliki penghasilan? Asuransi adalah rekening AJAIB yang akan dapat mengurus pembayaran semua tagihan-tagihan lainnya jika anda menderita sakit kritis, cacat tetap, atau meninggal dunia.

Asuransi harus menjadi prioritas pertama, setelah kebutuhan pokok terpenuhi, untuk dibayarkan didalam rencana pengeluaran bulanan anda.

2) Saya masih punya cicilan kredit rumah

Ketika Anda memiliki kredit rumah, anda harus terus menerus membayar sejumlah besar uang selama 10 atau 15 tahun ke depan. Anda memang dapat memenuhi kewajiban tersebut, tapi apakah keluarga anda dapat membayarnya jika anda meninggal dunia atau mengalami cacat tetap sebelum cicilan kredit tersebut selesai? Marilah pastikan keluarga anda akan tetap tinggal di rumah yang indah, rumah yang telah anda berikan bagi mereka untuk selamanya.

3) Saya tidak butuh asuransi

Saya sangat setuju Anda tidak membutuhkannya. Apakah menurut Anda seorang yang menjadi cacat tetap karena suatu kejadian membutuhkan asuransi? Apakah orang yang baru saja terkena serangan jantung & harus mengeluarkan uang 150 juta untuk biaya operasi membutuhkannya ? Apakah orang yang meninggal dunia membutuhkannya ?

Ya ! mereka membutuhkannya tetapi tidak dapat membelinya pada saat itu.

Asuransi harus dibeli justru pada saat Anda tidak membutuhkannya. Karena pada saat Anda membutuhkannya, mungkin Anda sudah tidak dapat membelinya lagi. itulah Asuransi. Anda hanya dapat membeli asuransi ketika Anda sehat. Anda membeli asuransi dengan kesehatan Anda dan membayarnya dengan uang Anda. Jika Anda tidak lolos pemeriksaan kesehatan, maka Anda tidak akan dapat membeli asuransi walaupun Anda memiliki uang.

Inilah saat yang tepat bagi Anda untuk membeli asuransi.


Asuransi Syariah,Asuransi Kesehatan Syariah, Asuransi Keluarga, Asuransi Kesehatan,Asuransi Prudential

4) Saya diskusikan dulu dengan istri saya

Jika Anda menanyakan kepada istri Anda apakah Anda perlu membeli asuransi jiwa, maka istri Anda pasti berpikir, “Jika saya meminta suami saya untuk membeli, mungkin suami saya akan mengira bahwa saya mengharapkan suami meninggal agar saya menjadi seorang janda kaya“

Namun jauh di dalam hati & pikirannya mungkin ia memikirkan apa yang akan terjadi pada dirinya dan anak anaknya, jika suaminya meninggal dunia. Bagaimanapun juga Anda telah menempatkan istri Anda ke dalam keadaan yang sulit.

Asuransi adalah hadiah yang terbaik yang Anda belikan untuk istri Anda. Anda tidak perlu berdiskusi dengannya. Anda dapat langsung membelinya. Setelah Anda menerima polisnya barulah Anda bawa polis tersebut & berkatakan padanya : “Kekasihku, sepanjang masa hidupku aku akan menjaga dan mencukupi segala kebutuhan kita, makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan anak kita. Tetapi jika suatu hari nanti saya meninggal dunia, maka polis inilah akan menjagamu serta mencukupi setiap kebutuhan makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan sama seperti yang sekarang saya sediakan. Sebesar inilah cintaku padamu dan pada keluarga kita“ Itulah bukti sesungguhnya dari cinta Anda. Istri Anda akan semakin mencintai Anda.

5) Saya ingin membandingkan dengan Asuransi perusahaan lain

Ini adalah gagasan yang baik, tahukah Anda ada berapa puluh perusahaan asuransi jiwa di Indonesia dan jika Anda tidak membuat perbandingan dengan setiap perusahaan tersebut maka Anda tidak akan sungguh-sungguh tahu apakah Anda telah mendapatkan yang terbaik. Betulkah demikian ?

Ada satu kelemahannya. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada diri Anda selama masa Anda membanding bandingkan semua perusahaan ini ? Anda telah yakin bahwa Anda membutuhkan perlindungan. Sementara Anda akan melakukan perbandingan, bukankah sebaiknya Anda sudah dilindungi terlebih dahulu ?

Jadi sementara Anda membandingkan, Anda dapat menikmati perlindungan cuma-cuma dengan fasilitas “FREE LOOK” sehingga selama 2 minggu setelah menerima polis, Anda dapat membuat perbandingan dengan tenang.

6) Biarlah Tuhan yang menyediakan segalanya

Ya, Anda benar, saya sependapat dengan Anda. Dan kalau Anda sadar Tuhan yang telah mengirim saya untuk menolong Anda dan itu sebabnya saya ada di sini dan datang kepada Anda.

Tuhan yang memelihara kita dan menyediakan segala kebutuhan kita. Tuhan juga telah melengkapi kita dengan kepandaian & kebijaksanaan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita. Tetapi apakah Anda hanya tinggal diam di kamar tidur sepanjang hari? Tentu tidak kan..?

7) Anda terlalu memaksa, saya tidak mau membeli dari Anda

Jika Anda tidak ingin membelinya dari saya, tidak masalah. Jika saya terlalu mendesak Anda, saya mohon maaf. Tidaklah penting bahwa Anda membeli asuransi ini dari saya, tetapi saya mohon setelah Anda membaca ini, tolong segera angkat telpon Anda dan panggilah agen lain.

Saya mohon maaf sekali lagi kalau saya telah berbuat kesalahan, kadangkala saya tanpa sadar terlalu memaksa calon klien. Namun saya benar-benar tulus & jujur melakukannya.

Ketika anak saya menolak minum obat ketika dia sakit, saya akan memaksanya walaupun dia tidak suka. Demi kebaikan dia karena saya tahu bahwa setelah makan obat dia akan sembuh. Saya juga melakukan hal yang sama sekarang, saya memaksa Anda demi kebaikan Anda sendiri.

Apakah Anda pernah melihat dokter yang memaksa pasiennya untuk menjalani operasi ? Mereka percaya dan yakin pada apa yang mereka lakukan, demikian juga saya percaya & yakin pada apa yang saya lakukan. Saya percaya dengan tulus bahwa semua orang memerlukan asuransi.

Teman saya juga agen lho, aku akan ambil dari dia

Jikalau Anda memiliki teman baik yang juga menjadi agen asuransi jiwa, seharusnya saat ini Anda telah memiliki polis asuransi. Ketika ternyata Anda belum memiliki polis asuransi, maka orang tersebut bukanlah sahabat sejati Anda, tetapi sayalah teman Anda.

Yang namanya temen sejati adalah orang yang bisa bantu kita pada saat kita kesusahan. Kalo kita masuk rumah sakit, biasanya teman kita bawa buah, agen asuransi bawa duit. Saya ingin menjadi teman yang memaksa Anda untuk menandatangani surat pengajuan polis saat ini yang akan memberikan jaminan keamanan bagi keluarga Anda.

9) Asuransi bertentangan dengan agama saya

Sahabat netter, berapakah uang yang biasa Anda gunakan untuk kebutuhan makanan sehari-hari keluarga Anda ?

Jika Rp 50 ribu per hari atau setahunnya setara dengan Rp 50 ribu x 365 hari = Rp 18,5 juta rupiah. Dengan demikian, jika Anda membeli program asuransi senilai 200 juta rupiah, maka ini akan menyediakan cukup untuk makan keluarga Anda selama 10 tahun mendatang.

Apakah Tuhan akan menghukum Anda karena Anda telah menyediakan makanan untuk keluarga Anda jika Anda meninggal dunia atau cacat tetap ? Tidak ada agama yang menyatakan bahwa membeli asuransi jiwa itu bertentangan dengan agama.

Menurut agama Islam, dosa hukumnya jika Anda tidak menyediakan kebutuhan keluarga Anda walaupun Anda sedang tidak berada di sekitar mereka.

Ada seseorang sahabat yang mengatakan bahwa asuransi bertentangan dengan agamanya dan ia tidak ingin membeli polis apapun.

Ia menjalankan sebuah usaha. Setiap kali saya melakukan perjalanan ke luar kota, saya akan mampir ke rumah makan tersebut untuk minum the dan makan, semabari beristirahat.

Suatu hari ketika saya mampir ke sana, saya melihatnya berjalan pincang saat melayani saya. Saya menanyakan apa yang terjadi. ia berkata bahwa baru 3 bulan sebelumnya ia menjalani operasi by pass jantung. saya menasihati dia agar beristirahat, namun ia mengatakan bahwa ia harus membuka usahanya selama 24 jam sehari untuk membayar hutang-hutangnya. ia terpaksa harus meminjam uang sebesar 150 juta rupiah kepada sanak saudaranya untuk biaya operasi tersebut.

Saya menanyakan di mana istrinya berada? Ia mengatakan bahwa istrinya sedang berjualan makanan di kantin sekolah agar mendapatkan uang tambahan untuk membayar pinjamannya.

Ia berkata bahwa ia menyesali keputusannya untuk tidak mengikuti program asuransi yang saya tawarkan pada saat sebelum semua hal tersebut terjadi. Jika ia membeli program asuransi tersebut ia tidak perlu membuka rumah makannya selama 24 jam dan menderita untuk melunasi hutangnya.

Ia mengatakan lagi bahwa Ia juga tidak berani membayangkan apa yang akan terjadi dengan keluarganya jika ia meninggal dalam operasi. bagaimana cara keluarganya harus melunasi hutang-hutangnya. Orang inilah yang mengatakan kepada saya bahwa ia tidak tertarik untuk membeli asuransi, hanya karena hal itu bertentangan dengan agamanya. 

Ia berkata “Saya telah menerima informasi yang salah yang mengatakan bahwa asuransi jiwa bertentangan dengan agama saya. sekarang saya merasa bahwa justru dengan saya tidak membeli asuransi jiwa itulah bertentangan dengan agama saya, karena saya telah membuat keluarga
saya menderita dan membuat istri saya terpaksa harus mengemis pada keluarganya untuk membiayai operasi saya. saya telah membuat dia susah”.

Jadi apapun alasan Anda …. Memiliki sebuah Polis Asuransi adalah Pilihan Cerdas.

“Memang benar dan saya yakin Anda telah mengatakan hal sebenarnya, Anda sering dikejar oleh agen-agen asuransi, tapi disaat yang sama apakah bapak bapak sadar kalo kematian juga sedang mengejar Anda?, begitu kematian mendapatkan anda tidak akan ada lagi agen yang akan mengejar Anda, kan lebih baik saya (Agen Asuransi) yang mendapatkan bapak terlebih dahulu sebelum kematian yang mendapatkan Anda“

Sumber: Milis TDA, by Imam Afsori


Asuransi Syariah,Asuransi Kesehatan Syariah, Asuransi Keluarga, Asuransi Kesehatan,Asuransi Prudential

Senin, 19 September 2011

Asuransi Syariah

Asuransi Syariah

Asuransi Kesehatan

Asuransi Kesehatan Syariah

Asuransi Prudential

Pernah kita membayangkan betapa tentramnya diri ini ketika berbagai resiko yang mungkin muncul dikemudian hari dapat terjamin hanya dengan suatu perjanjian yang telah disepakati sebelumnya. Kata sepakat yang diputuskan antar dua pihak atau lebih, dimana pihak  yang yang akan mendapatkan jaminan harus membayarkan sejumlah uang kepada pihak yang bertanggung jawab menjamin, walaupun resiko yang akan timbul lebih besar dari uang yang dibayarkan pihak peminta jaminan yang kemudian perjanjian itu lebih kita kenal dengan istilah Asuransi.
Perkembangan asuransi yang ditandai dengan munculnya badan usaha atau perusahaan-perusahaan asuransi di Indonesia sebenarnya sudah terlihat meranjak tumbuh ketika orde baru, banyak dari masyarakat kita waktu itu (masyarakat ekonomi menengah atau menengah keatas) untuk ikut berkecimpung dalam dunia perasuransian, namun peralihan masa orde baru ke era reformasi setelah krisis nampaknya harus membuat industri perasuransian mengendur seolah ditelan waktu. Kini seiring secara bertahap mulai stabilnya kondisi perekonomian Indonesia, asuransi kembali hadir, meramaikan peradaban perekonomian Indonesia.
Salah satu terobosan yang memberikan warna baru sekaligus energi baru bagi industri perasuransian di Indonesia ialah mulai bermunculannya kepermukaan asuransi syariah. Mungkin untuk asuransi (konvensional) rasanya sudah tak asing lagi, dan khusus dalam artikel ini kita akan memfokuskan untuk menelusuri dan mencari sedikit pengetahuan mengenai asuransi syariah.
Asuransi dalam bahasa Arab disebut At’ta’min yang berasal dari kata amanah yang berarti memberikan perlindungan, ketenangan, rasa aman serta bebas dari rasa takut. Istilah menta’minkan sesuatu berarti seseorang memberikan uang cicilan agar ia atau orang yang ditunjuk menjadi ahli warisnya mendapatkan ganti rugi atas hartanya yang hilang. Sedangkan pihak yang menjadi penanggung asuransi disebut mu’amin dan pihak yang menjadi tertanggung disebut mu’amman lahu atau musta’min.
Konsep asuransi Islam berasaskan konsep Takaful yang merupakan perpaduan rasa tanggung jawab dan persaudaraan antara peserta. Takaful berasal dari bahasa Arab yang berakar dari kata ”kafala yakfulu” yang artinya tolong menolong, memberi nafkah dan mengambil alih perkara seseorang. Takaful yang berarti saling menanggung/memikul resiko antar umat manusia merupakan dasar pijakan kegiatan manusia sebagai makhluk sosial. Saling pikul resiko inidilakukan atas dasar saling tolong menolong dalam kebaikan dengan cara, setiap orang mengeluarkan dana kebajikan (tabarru) yang ditujukan untuk menanggung resiko tersebut.
Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) pasal 246 dijelaskan bahwa yang dimaksud asuransi atau pertanggungan adalah “suatu perjanjian (timbal balik), dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya, karena suatu kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya, karena suatu peristiwa tak tentu (onzeker vooral)
Asuransi syari’ah berbeda dengan asuransi konvensional. Pada asuransi syari’ah setiap peserta sejak awal bermaksud saling menolong dan melindungi satu dengan yang lain dengan menyisihkan dananya sebagai iuran kebajikan yang disebut tabarru. Jadi sistem ini tidak menggunakan pengalihan resiko (risk tranfer) di mana tertanggung harus membayar premi, tetapi lebih merupakan pembagian resiko (risk sharing) di mana para peserta saling menanggung. Kedua, akad yang digunakan dalam asuransi syari’ah harus selaras dengan hukum Islam (syari’ah), artinya akad yang dilakukan harus terhindar dari riba, gharar (ketidak jelasan dana), dan maisir (gambling), di samping itu investasi dana harus pada obyek yang halal-thoyyibah.
Di Indonesia asuransi syariah seolah memberikan titik terang bagi masyarakat muslim khususnya untuk terjun dalam kegiatan-kegiatan perekonomian yang halal nan barokah. Solusi yang ditawarkan sistem asuransi syariah sangat menggiurkan masyarakat untuk terlibat didalamnya dikarenakan prinsip saling tolong-menolong didalamnya. Selebihnya , sekecil apapun upaya pengembangan industri syariah di negeri ini patut kita berikan dukungan penuh kedepannya demi terwujudnya karakter pribadi  masyarakat yang menjalankan perekonomian berlandaskan prinsip syariah.
dikutip dari:septian99.wordpress.com/2010/02/26/sejenak-menelusuri-definisi-asuransi-syariah/

Sabtu, 17 September 2011

Tips Memilih Asuransi Kesehatan

Asuransi Kesehatan

Asuransi Syariah

Memilih Asuransi Kesehatan

Asuransi kesehatan sangatlah penting untuk individu yang masih single maupun sudah berkeluarga. Seperti yang kita ketahui, biaya yang dikeluarkan pada saat masuk rumah sakit tidaklah murah. Hal ini biasanya tidak cepat disadari sampai kita mengalaminya sendiri.
Ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membeli asuransi kesehatan :
1. Anda harus memilih apakah ingin rawat inap ditambah dengan rawat jalan, atau salah satu saja. Di beberapa asuransi malah ada beberapa tambahan lainnya seperti melahirkan, mata, gigi dan sebagainya. Pilihlah sesuai dengan kebutuhan anda
2. Untuk rawat inap, anda dapat menentukan kamar kelas berapa yang diinginkan. VVIP, VIP, kelas 2 dan kelas 3
3. Apabila anda sudah mendapatkan asuransi kesehatan dari kantor, check apa saja yang dicover. Apakah sudah cukup dengan kebutuhan anda?apabila belum anda dapat membeli asuransi tambahan cukup dengan melihat selisih kekurangannya. (Dapat menggunakan biaya kamar sebagai patokan)an
4. Lihatlah rumah sakit terdekat dengan tempat tinggal atau kantor dan tanyakan kepada pihak asuransi apakah ada kerjasama antara rumah sakit yang anda inginkan untuk mempermudah proses claim.
5. Tanyalah kepada pihak rumah sakit, asuransi mana yang mereka rekomendasikan. Karena pihak rumah sakit pasti akan lebih memilih asuransi yang apabila mereka claim, langsung cepat proses pembayarannya.
6. Asuransi kesehatan ada yang sistem reimburse dan ada yang hanya cukup menggunakan kartu. Biasanya asuransi kesehatan dapat digunakan untuk hampir sempua rumah sakit dengan sistem reimburse tetapi tidak semua menerima kartu kecuali rumah sakit rekanan. Tanyakan kepada agent asuransi, rumah sakit mana saja yang merupakan rekanan mereka
7. Cari agen yang sudah lama di bisnis asuransi dan dapat diandalkan apabila anda membutuhkan beliau untuk proses klaim dan lain sebagainya.
8. Ada asuransi kesehatan yang memberikan batasan – batasan biaya. Seperti bedah kecil Rp. Xxxx dan obat-obatan Rp.xxx . Ada juga yang memberikan batasan bukan per item melainkan per tahun. Contoh : Dalam satu tahun anda diberi batasan Rp.200.000.000,- dan batasan itu dapat digunakan untuk item yang mana saja kecuali kamar (karena sudah ditentukan dari awal)
9. Tanyakan pada diri anda sendiri, apakah ada penyakit turunan yang berbahaya atau tidak?Kalau ada dan dibutuhkan anda dapat menambah asuransi penyakit kritis. Tapi anda harus ingat pada asuransi penyakit kritis, dana hanya akan keluar pada saat penyakit anda sudah sangat parah. Contoh: Kanker stadium 3 atau 4.
10. Pilihlah asuransi kesehatan murni, untuk coverage yang lebih maksimal.
Pastikan kebutuhan anda dengan tepat. Anda boleh meminta opini kepada orang lain tetapi keputusan tetap di tangan anda, karena bukan orang lain yang membayar premi melainkan anda sendiri. Jangan menambah rider yang anda tidak perlu. 
sumber:blog.tempointeraktif.com/ekonomi-bisnis/memilih-asuransi-kesehatan/

Rabu, 13 Juli 2011

Asuransi Kesehatan

Asuransi Kesehatan

Asuransy Syariah

Banyak perusahaan asuransi kesehatan yang mengklaim produknya adalah asuransi kesehatan terbaik, sehingga membuat bingung orang-orang awam. Pertanyaannya adalah, dari semua produk asuransi yang terbaik itu, manakah asuransi kesehatan yang bagus untuk Anda?
Saya acungkan jempol buat Anda, yang sudah menyadari pentingnya memiliki proteksi.  Tidak banyak  orang yang memiliki kesadaran berasuransi apalagi memikirkan untuk memproteksi kesehatan anggota keluarga (asuransi keluarga).
Saya memberi apresiasi khusus bagi orang-orang seperti Anda yang memilih jalan untuk mencari tahu/ informasi dahulu sebelum menentukan pilihannnya.